PSIR Mantap Gunakan Kiper Asli Rembang Setelah 22 Tahun

Minggu, 25 Mei 2014 | 15:31 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Klub PSIR kini semakin mantap menggunakan kiper asli Rembang, setelah 22 tahun selalu mengandalkan penjaga gawang dari luar daerah. Terakhir kali, gawang PSIR dijaga oleh Siswadi “Thole” sekitar tahun 1992 atau ketika klub ini masih bernama PS Krida.

Begitu masuk era perserikatan, PSIR yang kala itu diasuh Daniel Roekito mencadangkan Siswadi dan mulai menggunakan jasa kiper luar kota seperti Yan Ardiansyah dan Joko Darwanto. Lima musim terakhir, PSIR juga masih menggunakan kiper utama dari luar Rembang seperti Aris Noviandi, Jerry Mandagi, Effendi, dan Nanda Pradana selama dua musim.

Namun di musim kompetisi Divisi Utama, PSIR mempercayakan posisi kiper utama kepada pemain asli Lasem, Nanang Hermawan. Laskar Dampo Awang juga memiliki kiper kedua Amirul Fafa dan kiper magang Ugi Maikanen. PSIR sebenarnya juga memiliki kiper bagus yang kini memperkuat Persinga Ngawi, Erick Ardiles.

Pelatih Kiper PSIR Musim 2014 Joko Purwanto mengaku bangga bisa menggunakan produk kiper asli Rembang. Menurutnya, pemain mesti bangga bisa menampilkan kemampuan terbaiknya untuk daerah sendiri. Meski seperti Ugi, belum sama sekali diturunkan hingga paruh musim, tapi Joko menganggap dia berkembang signifikan dan tinggal menunggu waktu untuk bermain.

Salah seorang pengurus Gabungan Suporter Rembang Jarwanto menilai, PSIR kini memiliki dua kiper yang sudah bisa diandalkan. Kalaupun masih ada beberapa kesalahan, dia menganggap wajar karena jam terbang mereka masih kurang.

Secara rinci, dia menyebut Nanang telah tampil baik sepanjang paruh musim pertama. Diturunkan sebagai penjaga gawang utama, Nanang hampir selalu membuat penyelamatan gemilang. Setidaknya itu disaksikannya kala PSIR dijamu Persipur Purwodadi dan Persiku Kudus.

Selain Nanang, kiper kedua PSIR Amirul Fafa juga bisa diandalkan sebagai pilihan. Beberapa kali diturunkan, Fafa tampil baik. Hanya ketika melawan PSIS Semarang, ada kesalahan yang diperbuat Fafa dan berujung gol. Ganster menganggap PSIR belum perlu berburu kiper lagi.

Dilihat dari statistik pertandingan, hingga laga ketujuh, PSIR baru kebobolan empat kali dan melesakkan sembilan gol. Dengan hasil itu PSIR duduk di peringkat empat klasemen akhir putaran pertama dengan torehan sembilan poin. Hasil dari dua kali menang, tiga kali seri, dan dua kali kalah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan