PSIR Kebingungan Tentukan Tempat Laga Usiran

Sabtu, 12 Mei 2018 | 13:48 WIB

Pemain PSIR, Rudi Setiawan berusaha merebut bola dari pemain Semen Padang FC saat pertandingan di Stadion Krida Rembang, 28 April 2018. (Foto: media officer Semen Padang FC)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim PSIR Rembang sedang kebingungan menentukan tempat untuk laga usiran menjamu Cilegon United sebagai sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Hingga Sabtu (12/5/2018) siang, PSIR masih belum mendapat stadion yang direstui oleh PT Liga Indonesia Baru. PSIR sempat menawarkan Stadion Citarum Semarang, tapi tidak direstui.

PT Liga beralasan, Stadion Citarum tidak layak. Kini, PSIR mencoba mengontak pihak Persibo Bojonegoro untuk bisa menggunakan Stadion Letjen Soedirman. Namun belum terkonfirmasi.

Sekretaris Manajemen PSIR Budi Suharto mengatakan, laga usiran antara PSIR melawan Cilegon United tetap digelar pada Senin 14 Mei mendatang.

Kepastian mengenai tempat pelaksanaan, menurutnya, harus didapat pada Sabtu (12/5/2018). Sebab, PSIR mesti memberi tahu tim tamu, terkait uji coba lapangan.

“Bila Cilegon United tidak berkesempatan melakukan uji coba lapangan, maka PSIR kembali terancam denda,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSIR Tri Cahyo Rismawanto mengakui sudah berkomunikasi dengan pihak Stadion Citarum soal laga usiran.

Bahkan, pihaknya sudah berkirim surat. Namun tanggapan PT Liga Indonesia Baru soal ketidaklayakan Stadion Citarum membuat pihaknya pusing.

Cahyo menyatakan, pihak PSIR memang sudah memutuskan tidak akan banding atas putusan Komdis PSSI. PSIR menerima putusan Komdis atas deretan denda yang dijatuhkan.

Hanya saja, PSIR tetap melayangkan protes kepada komisi wasit PSSI untuk mengevaluasi kinerja pengadil lapangan di Liga 2, terutama saat laga PSIR menjamu Semen Padang FC.

“Soal larangan beraktivitas di persepakbolaan Indonesia selama enam bulan bagi Manajer dan Asisten Manajer PSIR, klub belum akan mengangkat pengganti. Kita akan buat konsep biar tetap jalan,” katanya.

Seperti diberitakan, PSIR panen denda sebagai buntut kerusuhan pada akhir laga antara Laskar Dampo Awang melawan Semen Padang FC pada 28 April 2018.

Rusuh terjadi akibat keputusan wasit yang dianggap merugikan PSIR di menit akhir pertandingan, sehingga tim tuan rumah kalah 2-1. Wasit dikeroyok setelah peluit panjang berbunyi.

Selain Manajer dan Asisten Manajer PSIR, seorang asisten pelatih, pelatih kiper, dan dua orang kitman juga dihukum larangan mendampingi tim selama empat pertandingan beruntun.

Termasuk sanksi bagi Panpel, total denda yang dituai PSIR mencapai Rp192,5 juta.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Ahmad

    Mei 12, 2018 at 7:45 pm

    Itu tidak blh di std citarum biar rembang kebingungan dan biar rembang kena sanksi

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan