PSIR Ogah Tinggalkan Formasi Lama

Rabu, 9 April 2014 | 19:28 WIB
Tim pelatih PSIR Bambang "max" Handoyo. (Foto:Pujianto)

Tim pelatih PSIR Bambang “max” Handoyo. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Tim pelatih PSIR mengaku akan tetap mempertahankan formasi lama 4-2-3-1 untuk permainan tim di musim ini. Menurut Karteker Pelatih PSIR Bambang Handoyo yang dihubungi pada Rabu (9/4) sore, formasi tersebut sudah cocok untuk Laskar Dampo Awang.

Bambang yang musim lalu menjadi Asisten Pelatih Haryanto, juga menganggap formasi ini fleksibel digunakan, di laga kandang maupun tandang. Apalagi sebagian besar pemain telah terbiasa oleh formasi itu di musim lalu, dan mayoritas kembali memperkuat PSIR di musim ini.

Pelatih yang kini bermukim di Desa Sulang Kecamatan Sulang ini menampik anggapan bahwa penggunaan kembali formasi itu karena komposisi pemain yang dimiliki PSIR. Dia menegaskan, formasi 4-2-3-1 efektif bagi timnya.

Selain menyatakan ogah meninggalkan formasi lama, tim pelatih PSIR mengaku akan mengintensifkan latihan taktik dan strategi. Lima hari menjelang laga tandang melawan Persiku Kudus, PSIR tengah disibukkan dengan latihan transisi dari menyerang ke bertahan.

Menurut Bambang, latihan transisi penting dilakukan oleh anak asuhnya, mengingat PSIR kerap kali terlambat turun, setelah keasyikan menyerang. Di beberapa laga, pemain tampak tak mampu lagi mengejar arus balik serangan, setelah gagal menembus pertahanan lawan.

Pelatih berlisensi B nasional ini menekankan, di sisa waktu latihan, pihaknya juga akan melatihkan penyelesaian akhir kepada pemain. Namun pada 9 April ini, pemain diliburkan dari latihan untuk mengikuti Pemilu 2014. Dalam kesempatan ini, Bambang kembali menegaskan permintaannya untuk ditambah satu orang striker lokal.

Untuk diketahui, sepanjang musim kompetisi Liga Prima Indonesia kemarin, PSIR cukup sering memeragakan formasi 4-2-3-1. Formasi ini ditekuni oleh Skuat Oranye, awalnya hanya sebagai alternatif dari formasi 3-4-3, andalan Haryanto.

4-2-3-1 merupakan formasi yang terdiri dari 4 bek, 2 pemain tengah bertahan, 3 pemain tengah menyerang, dan 1 penyerang. Dengan 4 bek dan 2 pemain tengah bertahan, memungkinkan lini pertahanan menjadi kompak dan susah ditembus. Dan dengan 3 pemain tengah menyerang dan 1 penyerang bisa membuat penyerangan menjadi solid dan sulit dijaga. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan