PSIR dapat Tanda Tangan Sembilan Pemain

Senin, 30 Januari 2017 | 15:23 WIB

Logo PSIR Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak PSIR Rembang berhasil mendapat tanda tangan sembilan orang pemain guna masuk skuat tim pada Divisi Utama tahun 2017. Sembilan orang pemain itu terdiri atas lima pemain berasal dari luar daerah dan empat pemain lokal eks PSIR.

Mereka yang berasal dari luar daerah yaitu Beny (eks Persebaya), Dwi Cahyono (PON Kalteng dan PS TNI), Edwin (Eks Persik Kediri), Ilyas (Eks Persiku), dan Anas Papua (Purwodadi), sedangkan pemain lokal yaitu Heru Wibowo, Yoni Ustaf Buchori, Kresna, dan Rudi Santoso.

Selain sembilan pemain yang telah dikontrak oleh pihak Asosiasi PSSI Kabupaten Rembang, ada sejumlah pemain yang sedang dalam negosiasi, yang sebagian besar merupakan pemain eks pemain PSIR pada musim lalu dan merupakan pemain asli Kabupaten Rembang.

Mereka adalah Kiper Amirul Fafa, Bek Didik Kurniawan, gelandang Zaenal Arifin Cheng, Edi Santoso, Nasikin, dan Haryanto. Pemain lain yang belum teken kontrak adalah Kiper Okta (Eks PON Jateng), Akmal (eks Persik Kediri), Adinugroho (eks PS TNI), dan Haril (eks Persegres U-21).

“Seleksi pemain sudah selesai. Nama-nama sudah saya rekomendasikan kepada Ketua Askab PSSI Rembang dan sebagian sudah nego kontrak. Tinggal nambah satu atau dua pemain lagi untuk posisi gelandang,” ungkap Pelatih Sementara PSIR Hadi Surento, Senin (30/1/2017) siang.

Menurutnya, baik pemain yang sudah dikontrak maupun yang belum setuju dengan kontrak, akan tetap mengikuti latihan rutin sampai dengan manajemen benar-benar terbentuk, sekaligus menunggu keputusan manajer anyar nanti.

“Intinya proses seleksi sudah berjalan sesuai arahan Ketua Askab PSSI Rembang. Ada setidaknya sembilan orang pemain lokal yang bertahan,” tandasnya kepada reporter mataairradio.com.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan