PSIR Belum Berpikir Ikut Kompetisi Piala Kemerdekaan

Kamis, 18 Juni 2015 | 14:12 WIB
Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – PSIR Rembang belum berpikir mengikuti kompetisi Piala Kemerdekaan yang digagas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Hingga Kamis (18/6/2015) siang, Laskar Dampo Awang masih berkutat dengan persoalan membayar segera tunggakan gaji pemain.

Manajer Keuangan PSIR Syaiful Boerhan mengaku sedang berkonsentrasi memenuhi tunggakan pembayaran separuh gaji pemain bulan April. Dana dari pihak sponsor masih belum cair, sehingga pembayaran belum tentu akan dilakukan pada pekan ini.

Dia memastikan, persoalan tunggakan pembayaran separuh gaji itu tidak akan berlarut, karena jika pun dana dari sponsor tak segera cair, akan dicarikan dulu dana talangan. Intinya, sekarang ini, manajemen akan merapatkan dulu barisan untuk segera ada evaluasi.

“Manajemen masih fokus untuk memenuhi hak pemain, karena kemarin ada separuh gaji (bulan April) yang belum kita penuhi. Intinya itu saja prioritas kami. Kita koordinasi dan merapatkan barisan dulu lah. Kalau sponsor belum bisa diandalkan (untuk membayar), sementara akan pinjam dulu,” katanya.

Boerhan juga memastikan, dana dari sponsor itu sudah disepakati dan tinggal cair saja, sehingga pemain tidak perlu resah. Menurutnya, tak ada tanggungan lagi dari manajemen kepada pemain setelah pembayaran tunggakan separuh gaji itu. Sebab, ketika turnamen Piala Kapolda, bayaran dibuat per bertanding.

Dia menegaskan pula bahwa soal kompetisi Piala Kemerdekaan, belum terlalu mendesak untuk dipikirkan. Padahal jika berdasar pernyataan Tim Transisi, turnamen itu akan dimulai pada 24 Juli mendatang. Tetapi memang, klub pesertanya belum disebutkan.

Hanya saja dalam siaran pers Rabu (17/6/2015) kemarin, Tim Transisi menyatakan bahwa turnamen akan diikuti oleh 30 klub Divisi Utama yang dibagi ke dalam lima wilayah yakni Lampung, Medan, Serang, Bangkalan, dan Badung-Bali. Menurut Boerhan, Bupati Abdul Hafidz ingin agar PSIR ikut turnamen itu.

“(Dana dari sponsor) Itu tinggal cair. Kita mau konfirmasi dulu ke Semen Gresik dan Bank Jateng. Soal kompetisi turnamen Piala Kemerdekaan kita tunggu saja perkembangannya. Aturan dari Kemenpora belum jelas. (Jika jelas regulasinya) Kita belum tahu ikut atau tidak. Kita belum berpikir,” tandasnya.

Sementara itu seperti diketahui, pada turnamen Piala Polda Jawa Tengah, PSIR gagal menembus babak semifinal setelah kalah 0-1 dari Persijap Jepara di laga penyisihan terakhir, sementara di partai penentuan lainnya, Persis Solo berhasil mengalahkan PSIS Semarang juga dengan skor 1-0.

Pelatih sementara PSIR Rudi Sukma tidak terlalu terbebani dengan gagalnya pencapaian itu, karena sejak awal, turnamen Piala Polda Jateng lebih diarahkan untuk menyeleksi pemain asli Rembang guna menyongsong kompetisi resmi di masa mendatang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan