Proyek Pabrik Semen Segera “On”, CSR Disoroti

Sunday, 15 June 2014 | 16:20 WIB
Diskusi bertajuk Industri Semen, Manfaat, dan Gerakan Prolingkungan di Hotel Gajahmada Rembang, Kamis (12/6) malam. (Foto:Pujianto)

Diskusi bertajuk Industri Semen, Manfaat, dan Gerakan Prolingkungan di Hotel Gajahmada Rembang, Kamis (12/6) malam. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Proyek pembangunan pabrik semen di wilayah antara Kadiwono Kecamatan Bulu dan Kajar Kecamatan Gunem segera dimulai. Ada rencana, peletakan batu pertama dilakukan pada 16 Juni 2014. Sejumlah hal pun mulai disoroti, salah satunya soal CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Di kalangan masyarakat, mulai mencuat perbincangan mengenai pengategorian ring atau pemetaan daerah terdampak secara langsung dan yang tidak. Daerah yang terdampak secara langsung dikategorikan sebagai daerah ring satu, sedangkan yang terdampak tak secara langsung digolongkan sebagai daerah ring dua.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto menyatakan, pihaknya sudah memiliki prosedur dan aturan soal pengategorian ring dan pemberian tanggung jawab sosial perusahaan. Dia menegaskan, ukurannya bukan jarak dari tapak pabrik atau lokasi tambang, melainkan dari kebersentuhan langsung dengan aktivitas produksi pabrik semen.

Agung mengungkapkan, daerah ring satu produksi pabrik semen di Kabupaten Rembang adalah Desa Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, dan Kajar Kecamatan Gunem serta Desa Kadiwono Kecamatan Bulu.

Sejauh ini, perusahaan telah memberikan sejumlah bentuk tanggung jawab sosial kepada warga di sekitar bakal lokasi penambangan, seperti pembagian sembako, pembangunan selter atau tempat berteduh, dan bantuan fasilitas keagamaan.

Agung menyatakan, alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan kini telah menjadi sejenis biaya atau pengeluaran wajib di perusahaan. Ia menyebut kebijakan ini berbeda dari yang sebelumnya. Karena saat itu, dana CSR diambilkan sebanyak dua persen dari nilai keuntungan.

Kepala Desa Suntri Kecamatan Gunem Siswoyo mengatakan, perusahaan perlu memperhatikan tanggung jawab sosialnya. Dia membenarkan bahwa sebagian warganya meminta agar Suntri masuk ke kawasan ring dua, bukan ring satu agar mendapat perhatian lebih.

Atas keluhan warganya itu, pihaknya pernah bertemu manajemen PT Semen Indonesia. Pihak desa dan warga dijanjikan tetap mendapat perhatian, meski masuk kawasan ring dua. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan