Proyek Beton Jalan Sendangasri Lamban Picu Kemacetan

Senin, 27 Oktober 2014 | 18:14 WIB

 

Kemacetan di Jalur Pantura Sendangasri Kecamatan Lasem, Minggu (26/10/2014) malam. (Foto: Pujianto)

Kemacetan di Jalur Pantura Sendangasri Kecamatan Lasem, Minggu
(26/10/2014) malam. (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Arus lalu-lintas di Jalur Pantura Lasem, tepatnya di bilangan Sendangasri Kecamatan Lasem, macet parah hingga lima kilometer sejak Minggu (26/10/2014) malam hingga Senin (27/10/2014) dini hari.

Kemacetan dipicu oleh proyek pembetonan di ruas Pantura Sendangasri dan aksi saling menyerobot kendaraan besar seperti truk dan bus. Kemacetan ini sendiri baru terurai sekitar pukul 02.00 WIB, setelah polisi turun tangan mengatur lalu-lintas.

“Proyek pembetonan Pantura Sendangasri ini lamban. Lagi pula, tidak ada pengaturan rutin dari sisi timur dan barat, membuat banyak pengemudi saling serobot,” kata M Yahya, pengemudi yang melintas dari Kragan hendak menuju Rembang.

Kepala Urusan Bina Operasi Satlantas Polres Rembang Iptu Haryanto menyatakan, Pantura Sendangasri perlu terus dipantau. Pihaknya pun menjadi harus menyiagakan petugas polisi.

“Kita memang perlu terus pantau. Proyek pembetonan semestinya bisa dipercepat pengerjaannya. Lajur yang bisa dilalui, memang sudah jelas. Namun kita perlu ada yang siaga. Kalau ada kendaraan yang nekat menyerobot, kita perintahkan untuk ditindak dengan tilang,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pantura Rembang hingga Batas Jawa Timur Danang Triwibowo menyatakan sudah berusaha mengebut pengerjaan. Dia menyebutkan progres pekerjaan pembetonan Pantura Sendangasri, sudah mencapai 86 persen.

“Begitu jalan dibeton, butuh waktu seminggu untuk siap dilalui. Kalau dipaksakan, beton akan rusak. Progressnya sudah 86 persen. Desember nanti, akan sudah selesai,” terangnya.

 

Penulis: Pujianto

Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan