Progres Pembangunan Konstruksi Pabrik Semen Rembang Tersendat

Sabtu, 5 Maret 2016 | 18:12 WIB
Gambar paparan progres pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Gunung Bokong wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu hingga pekan ke-106. (Foto: Pujianto)

Gambar paparan progres pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Gunung Bokong wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu hingga pekan ke-106. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Progres atau kemajuan pembangunan konstruksi pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Gunung Bokong Desa Kadiwono Kecamatan Bulu tersendat.

Faktor utama penyebab ketersendatan adalah cuaca, yaitu curah hujan di wilayah itu yang terbilang tinggi.

Salah seorang pimpinan proyek pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang Heru Indra Wijayanto menyebutkan, tingkat ketersendatan progres konstruksi pabrik mencapai 5,9 persen.

“Sampai minggu ke-106 sejak peletakan batu pertama pada 16 Juni 2014, progres konstruksi mestinya mencapai 64,84 persen, tetapi tercapai 58,97 persen. Ada delay sekitar 5,9 persen,” terangnya.

Ia membenarkan, tingginya curah hujan di Gunung Bokong menjadi permasalahan utama terjadinya ketersendatan progres pembangunan pabrik semen di Rembang.

Heru merinci bahwa selama bulan Januari 2016, dari 31 hari, 22 hari di antaranya, kawasan tapak pabrik diguyur hujan. Begitu pun pada Februari, dari 29 hari, 22 hari di antaranya turun hujan.

“Jika dipersentasekan, maka pada Januari tingkat hujan 71 persen, sedangkan Februari 69 persen,” ujarnya menyebutkan.

Ia menegaskan, begitu turun hujan, maka hampir semua pekerjaan konstruksi dihentikan. Pihaknya mengatakan, penghentian sementara itu untuk menghindari kecelakaan kerja.

“Curah hujan yang tinggi menjadi tantangan besar kami percepatan pembangunan pabrik semen,” tegasnya.

Namun meski capaian tingkat kemajuan pekerjaan konstruksi hanya 58,97 persen, tetapi secara keseluruhan termasuk permesinan mencapai 85,06 persen.

“Pada empat akhir kuartal terakhir di tahun ini, kami akan melakukan persiapan operasi pabrik,” imbuhnya.

Seperti diketahui, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk membangun satu pabrik semen di Rembang dengan kapasitas tiga juta ton semen per tahun, dengan nilai investasi Rp4,45 triliun.

Proyek pembangunannya dikerjakan secara swakelola oleh pihak PT Semen Gresik.

Komponen di pabrik itu, mayoritas lokal dengan proporsi 80,12 persen, sedangkan 18,88 persen lainnya merupakan komponen impor.

Namun soal tenaga kerja, pabrik semen mayoritas menggunakan tenaga luar daerah dibandingkan tenaga lokal.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan