Profesi Petani tak banyak Diidamkan Anak-anak

Selasa, 14 Maret 2017 | 17:43 WIB

Acara gebyar seni dan pameran karya siswa yang diprakarsai Stapa Center di Halaman Kantor Kecamatan Sulang, Selasa (14/3/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

SULANG, mataairradio.com – Sebuah lembaga yang fokus pada anak-anak asal Pasuruan Jawa Timur, Stapa Center, mengungkap profesi petani tak banyak diidamkan oleh anak-anak.

Hal tersebut dibeber oleh Direktur Program Stapa Center Farida Hanum dalam sebuah kegiatan guna membangun kreativitas anak di halaman Kantor Kecamatan Sulang, Selasa (14/3/2017).

Menurutnya, dari 1.600 anak yang ditelitinya, hanya 10 persen yang tertarik menjadi petani, sedangkan kebanyakan dari mereka saat ditanya mengiginkan jadi tentara, dokter, guru, dan polisi.

“Fenomena itu mengkhawatirkan, karena rata-rata petani termuda yang aktif mengolah lahan berusia 37 tahun. Bisa jadi 10-15 tahun nanti, profesi petani tidak ada lagi,” tandasnya.

Ia juga membeberkan, faktor maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan perumahan antara lain mendorong semakin terpojoknya sektor pertanian di generasi kekinian.

“Kondisi ini yang kemudian memacu kami untuk menggulirkan After School Programe (ASP). Semacam kegiatan tambahan setelah pelajaran di sekolah,” katanya.

ASP di SD Negeri Karangasem I dan II Kecamatan Bulu, SD Negeri Sulang I dan II, SD Negeri Pedak, SD Negeri Seren, SD Negeri Kaliombo, serta SD Negeri Karangharjo Kecamatan Sulang.

“Ada kelas pertanian dan lingkungan hidup agar anak-anak mencintai lingkungan sekitar rumah dan menghargai pekerjaan orang tuanya, dan kelas seni budaya dan sastra agar anak-anak tahu sejarah kampungnya,” paparnya.

Ajang kreativitas anak yang digelar selama dua hari hingga Rabu (15/3/2017) oleh Stapa Center bersama dengan PT HM Sampoerna menyasar desa-desa penghasil tembakau. Dolanan tradisional dan pentas seni dari siswa delapan SD tersebut disajikan.

Pelaksana Tugas Asisten I Sekda Kabupaten Rembang Noor Effendi yang mewakili Bupati mengapresiasi kepedulian perusahaan dalam upaya menekan dampak buruk sektor pertanian tembakau bagi kalangan anak.

“Selain yang sudah dilakukan, beberapa bidang lain juga butuh pendampingan. Mulai pertanian, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Noor Effendi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan