Produktivitas Tebu 2018 Menurun di Rembang

Senin, 14 Mei 2018 | 18:36 WIB

Tebu petani di Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian petani tebu di Kabupaten Rembang menyebutkan produktivitas dari komoditas mereka itu menurun pada tahun ini.

Petani menganggap biang turunnya produktivitas tebu mereka adalah cuaca yang kurang mendukung.

Maryono, petani tebu di Desa Karangharjo Kecamatan Sulang menyebutkan, produktivitas tebu tahun ini rata-rata 50 ton per hektare.

“Tahun lalu, produktivitas panen tebu mencapai 70 ton per hektare,” terangnya.

Menurutnya, tingkat curah hujan yang kurang, memengaruhi pertumbuhan tanaman tebu. Tebu tumbuh cenderung kerdil.

Hingga Senin (14/5/2018), musim panen tebu sudah berjalan sekitar satu bulan.

“Puncak panen tebu akan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang,” katanya.

Luasan perkebunan tebu mencapai 10.000 hektare dengan komposisi 60 persen kemitraan dan 40 persen sisanya lahan mandiri.

“Harga lelang gula tebu rakyat mulai menyentuh Rp11.000 per kilogram,” katanya.

Namun bagi sebagian petani harga lelang gula idealnya Rp12.000 per kilogram.

Jika harga lelang gula masih Rp11.000 per kilogram, petani juga masih rugi karena ongkos tebang dan biaya usaha tani lainnya, naik.

“Kenaikan harga gula tebu rakyat sampai angka ideal akan bisa dicapai bila Pemerintah membatasi impor,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan