Produktivitas Panen Tembakau Rembang Sulit Capai Target

Selasa, 9 Agustus 2016 | 15:57 WIB
Petani menjemur tembakau rajangannya di Desa Glebeg Kecamatan Sulang, baru-baru ini. (Foto: Facebook Choirul Anam)

Petani menjemur tembakau rajangannya di Desa Glebeg Kecamatan Sulang, baru-baru ini. (Foto: Facebook Choirul Anam)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat produktivitas panen tembakau petani di Kabupaten Rembang pada tahun 2016 diperkirakan akan sulit mencapai target yang ditentukan antara lain karena faktor cuaca kemarau basah.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi menyebutkan, dari 3.500 hektare tanaman tembakau tahun ini, total produksinya sempat ditargetkan mencapai 7.000 ton; produktivitas dua ton per hektare.

Target tersebut, menurut Susilo, mengacu pada produktivitas tahun lalu yang mencapai dua ton per hektare, sehingga capaian produksi tahun lalu mencapai 5.000 ton dari 2.500 hektare total luasan tembakau yang dikembangkan secara kemitraan dengan PT Sadana Arifnusa.

“Dari pantauan kami, tahun ini, dari 3.500 hektare itu, bisa mencapai total produksi 5.000 ton saja, sudah bagus. Tantangannya jelas cuaca yang basah, termasuk hingga saat pascapanen seperti sekarang,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Ia menyebutkan, gara-gara kendala cuaca yang terbilang cukup banyak hujan, masa panen tembakau petani menjadi tidak beraturan karena di lapangan ada beberapa komoditas yang baru dalam masa pertumbuhan, lantaran sulaman.

Susilo memperkirakan, masa pembelian tembakau hasil produksi petani di Kabupaten Rembang akan berlangsung hingga sekitar bulan Oktober mendatang, sedangkan awal pembelian sudah dimulai Selasa (9/8/2016).

“Saat ini saja, semestinya pihak mitra sudah memulai pembelian. Tepatnya per 9 Agustus kemarin. Tetapi hampir belum ada petani yang nampak memanfaatkannya. Pantauan kami, gudang masih sepi dari petani yang menjual tembakaunya,” bebernya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan