Produktivitas Panen Padi di Rembang Naik Signifikan

Senin, 23 Maret 2015 | 19:10 WIB
Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz saat panen raya padi di Desa Ngadem Kecamatan Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz saat panen raya padi di Desa Ngadem Kecamatan Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Produktivitas panen padi di Kabupaten Rembang pada tahun ini diklaim naik signifikan. Jika sebelumnya produksi per satu hektare lahan hanya 5,6 ton, tahun ini naik menjadi lebih dari tujuh ton.

Bahkan saat ubinan di Desa Ngadem Kecamatan Rembang belum lama ini, satu hektare lahan mampu menghasilkan 8,8 ton padi jenis Ciherang. Tahun ini, Pemkab Rembang memperkirakan produksi padi mencapai 249.000 ton. Perkiraan ini naik dari tingkat produksi padi 2014 yang hanya 170.000 ton.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan, kenaikan produktivitas di antaranya disebabkan oleh faktor cuaca, ketercukupan pupuk, dan tingkat serangan hama yang minim. Namun beberapa daerah seperti Sluke, Kragan, dan sebagian Sarang, justru terancam puso akibat kekurangan air.

“Produktivitas naik signifikan. Tahun lalu produktivitasnya 5,6 ton per hektare, tetapi tahun ini rata-rata di atas tujuh ton (per hektare),” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin mengaku melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan target produksi padi pada tahun ini. Di antaranya, melakukan gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu.

Pihaknya menerima bantuan benih padi hibrida untuk 1.500 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Sale, Pamotan, dan Kaliori. Selain itu dilakukan rehab jaringan irigasi untuk 3.000 hektare lahan yang dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani.

“Perbaikan jaringan irigasi ini ditempuh agar indeks pertanaman naik dari sekali dalam setahun, menjadi dua kali. Kami menerapkan pula program optimasi lahan seluas 1.300 hektare,” tegasnya.

Dia menjelaskan program optimasi lahan dilakukan dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian. Suratmin menyebutkan sebanyak 32 unit traktor tangan dan 12 unit pompa air digelontorkan untuk kelompok tani pada tahun ini. Dinas juga bekerjasama dengan tentara untuk peningkatan produksi padi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan