Produktivitas Durian Criwik Menurun Tahun Ini

Selasa, 15 Desember 2020 | 16:35 WIB

Ilustrasi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

PANCUR, mataairradio.com – Produktivitas atau daya produksi durian criwik pada tahun 2020 ini mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

Parlan (60) salah seorang petani durian di Desa Criwik Kecamatan Pancur menuturkan, turunnya produktivitas durian di desanya disebabkan oleh tingginya curah hujan yang akhir-akhir ini terjadi.

Selain itu, intensitas hujan yang tinggi juga membuat kualitas buah durian buruk. Diungkapkannya, hampir 70 persen hasil panen buah durian miliknya berkualitas buruk.

”Bukan penurunan pembelinya karena masalah pandemi, melainkan pohon durian yang tidak berbuah tahun ini,” katanya kepada mataairradio.com baru-baru ini.

Menurut Parlan, hasil panen pada tahun ini, sama dengan musim tahun sebelumnya atau 2019, namun panen sekarang ini dinilainya jauh lebih buruk.

Buah durian yang “anyep” dalam satu pohon jumlahnya tergolong banyak. Hal itu membuat omzet penjualan durian Criwik pada tahun ini menurun.

“Masih mending tahun lalu. Saat ini, porsi buah yang ‘anyep’ dalam satu pohon lebih banyak. Untuk tahun lalu omzet dalam sebulannya bisa mencapai 100 buah durian habis terjual, kadang juga lebih,” imbuhnya.

Berdasarkan penuturannya, banyak pemilik pohon durian di Desa Criwik yang mengeluhkan dengan hasil panen durian yang menurun.

“Hujan tinggi tanahnya terlalu basah, pohon durian tidak berbunga. Untuk durian ini berbuahnya satu tahun sekali, pada bulan Desember awal,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk menambah penghasilan selain mengandalkan buah durian, Parlan mengaku sedang panen laos, temu lawak, dan siriih. Biasanya cukup dijual di depan rumahnya saja.

Reporter: Nafisatun Nihayah/Lutfi Dwi K
Penulis: Awalin Nabila W.P
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan