Produksi Padi 2017 Diprediksi Meleset dari Target

Wednesday, 8 February 2017 | 19:47 WIB

Tanaman padi milik petani di Kelurahan Sidowayah Kecamatan Rembang tampak mengering akibat diserang wereng, baru-baru ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang memperkirakan produksi padi di daerah ini pada tahun 2017 meleset dari sasaran.

Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang Suratmin menyebutkan, target produksi padi pada musim tanam pertama atau MT-1 sebesar 200.000 ton, tetapi perkiraannya hanya akan tercapai 180.000 ton.

Menurutnya, melesetnya target tersebut antara lain akibat serangan hama wereng. Laporan yang diterimanya dari berbagai daerah, serangan wereng telah terjadi pada 2.000 hektare tanaman padi petani.

Sampai dengan Rabu (8/2/2017) pagi, pihak Dintanpan Kabupaten Rembang mencatat Kecamatan Pamotan dan Sulang sebagai daerah dengan tingkat serangan hama wereng paling parah dibandingkan di wilayah kecamatan lainnya.

“Tanaman padi yang terserang hama wereng rata-rata sudah memasuki masa generatif atau pengisian buah, sehingga padi tidak dapat terisi penuh dan mengakibatkan kualitas maupun kuantitas hasil panen menurun,” terangnya.

Suratmin juga mengatakan, tanaman padi yang diserang hama wereng akan kehilangan cairan paa bagian batang. Dampaknya tanaman padi jadi mengering, roboh, bahkan mati. Apalagi belakangan sering angin kencang.

“Sebagai evaluasi ke depan, petani kami imbau menggunakan varietas atau jenis bibit unggul. Untuk jenis tanah di Rembang, kami menyarankan menggunakan varietas ciherang,” terangnya kepada mataairradio.com.

Ia menambahkan, untuk menghindari hama wereng, petani dapat memakai sistem tanam jajar legawa. Menurutnya dengan model tanam jenis jajar legawa, tanaman padi akan mendapat sirkulasi udara dan sinar matahari secara lebih maksimal.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan