Produksi Padi 2016 Rembang Diramalkan Turun 57.688 Ton

Sabtu, 23 Januari 2016 | 17:26 WIB
Seorang petani di Desa Kasreman Kecamatan Rembang hendak pulang usai menyiangi tanaman padinya pada musim tanam tahun lalu. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Seorang petani di Desa Kasreman Kecamatan Rembang hendak pulang usai menyiangi tanaman padinya pada musim tanam tahun lalu. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat produksi padi tahun 2016 di Kabupaten Rembang diramalkan turun. Pasalnya sejak Desember lalu hingga saat ini, luas tanam padi di Kabupaten Rembang masih terbilang rendah.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin kepada reporter mataairradio Sabtu (22/1/2016) pagi menyebutkan, prognosis produksi padi tahun 2016 akan turun dari 256.211 ton pada 2015 menjadi 198.523 ton pada tahun ini.

“Itu angka dari BPS yang penyusunannya melibatkan kami,” terangnya.

Menurutnya, sampai dengan akhir pekan ketiga Januari ini, petani Rembang masih kesulitan mengawali tanam pertama, lantaran pasokan air yang kurang.

Dari catatannya, luas tanam sejak Desember 2015 hingga Januari ini hanya 10.000 hektare, padahal di Januari 2015 saja, 35.000 hektare.

“Sampai April nanti, luas tanam padi mungkin baru sekitar 20.000 hektare,” ujarnya.

Agar tingkat produksi padi di Rembang tidak terus merosot, pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang sudah meminta dukungan dari pihak Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat.

“Kami akan mendorong realisasi pembuatan bendung-bendung,” tandasnya.

Menurutnya, pihak Distanhut dan DPU akan terlibat kerjasama dalam pembuatan bendung-bendung di sepanjang aliran beberapa sungai di daerah ini seperti Randugunting, Karanggeneng, dan Babagan.

“Usulan pembuatan cekdam di aliran sungai, sudah disampaikan ke Pusat,” bebernya.

Suratmin berharap, dengan adanya bendung-bendung nanti, pasokan air bagi petani saat musim tanam kedua akan tercukupi.

“Ke depan, program peningkatan produksi pangan di Kabupaten Rembang, diharapkan tidak lagi terkendala soal pasokan air,” imbuhnya.

Sementara itu, potensi turunnya tingkat produksi padi pada tahun ini, juga tampak dari pilihan sebagian petani di wilayah Kecamatan Pancur yang mulai menanam melon ketimbang padi.

Petani di wilayah lain seperti Sedan dan Sarang, justru baru mulai menanam palawija seperti jagung dan kacang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah merilis prakiraan curah hujan di Kabupaten Rembang, yang masih akan berada di angka 200 milimeter pada Februari mendatang.

Angka tingkat curah hujan itu juga terjadi pada Desember 2015 dan Januari tahun ini.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan