Produksi Kerajinan Akar Kayu di Rembang Menurun

Selasa, 24 Juli 2018 | 01:26 WIB

Salah satu hasil produksi kerajinan akar kayu di Kecamatan Bulu. Kebanyakan hasil kerajinan akar kayu berupa mebel. (Foto: Mukhammad Fadlil)

BULU, mataairadio.com – Jumlah produksi kerajinan akar kayu di Kabupaten Rembang mengalami penurunan. Hal itu disebabkan kondisi konsumen yang sedang sepi.

Ahmad Nur Sodiqin salah satu eksportir kerajinan akar kayu di Kecamatan Bulu mengungkapkan, produksi kerajinan akar kayu sedang mengalami penurunan karena kondisi pasar sedang sepi.

Sodiq menyebutkan, mayoritas konsumen kerajinan akar kayu berasal dari luar negeri. Diantaranya dari Eropa, Rusia, dan Inggris.

“Peminatnya yang banyak justru dari luar negeri. Kalau permintaan dari luar negeri sepi, biasanya jumlah produksinya turun. Begitu juga sebaliknya.

Kalau kondisi normal, sehari bisa memproduksi lima unit lebih, sedangkan kalau lagi sepi ya kurang,” tuturnya.

Selain permintaan dari luar negeri, kerajinan akar kayu juga diminati oleh konsumen domestik.

Ia menyebutkan, konsumen dosmestik kebanyakan berasal dari Solo, Yogyakarta, Bali, dan Jepara.

“Namun, konsumen lokal biasanya menginginkan barang setengah jadi,” terangnya, Senin (23/7/2018).

Sementara itu, hingga saat ini, dia mengungkapkan ketersediaan bahan baku untuk kerajina akar kayu masih melimpah.

“Akar kayu masih banyak tersedia di Rembang. Kalau jumlah perajin paling banyak dijumpai di Kecamatan Bulu dan Sumber. Di Bulu ada sebanyak enam lebih perajin akar kayu,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan