Produk UKM di Rembang Tak Terpengaruh Kurs Dollar

Selasa, 13 Oktober 2015 | 16:54 WIB
Pelepasan peserta KKU STIE YPPI Rembang oleh Kepala Disperindagkop dan UMKM Rembang Muntoha, Selasa (13/10/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Pelepasan peserta KKU STIE YPPI Rembang oleh Kepala Disperindagkop dan UMKM Rembang Muntoha, Selasa (13/10/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Rembang Muntoha mengatakan, produk usaha kecil dan mikro di kabupaten ini, nyaris tidak terpengaruh oleh tingginya kurs dollar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Dia yang berbicara di hadapan peserta kuliah kerja usaha STIE YPPI Rembang, Selasa (13/10/2015) pagi menjelaskan, tak terpengaruhnya UKM dengan masih tingginya kurs dollar terhadap rupiah, karena interaksi mereka dengan mata uang asing dan bahan baku impor, relatif kecil.

“Usaha produksi tempe dan tahu, memang terpengaruh oleh penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Pasalnya, kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu, masih lebih banyak diimpor dari luar negeri. Tetapi untuk produk lain, relatif tidak terpengaruh,” katanya.

Namun menurut Muntoha, kendati tidak terpengaruh oleh kurs dollar terhadap rupiah, pelaku usaha kecil dan mikro di Rembang memerlukan pemberdayaan, pendampingan, dan fasilitasi.

“Kami berharap agar peserta kuliah kerja usaha dari STIE YPPI Rembang memberikan salah satunya,” tandasnya.

Ketua STIE YPPI Rembang Muhammad Tahwin mengatakan, mahasiswa yang mengikuti kuliah kerja usaha sebanyak 167 orang. Tiap dua orang mahasiswa akan mendampingi satu UKM.

“Mereka ini akan tersebar ke puluhan UKM di 10 kecamatan,” terangnya.

Selain KKU, pihaknya juga menerjunkan sejumlah mahasiswa untuk program kuliah kerja nyata di enam desa yang tersebar di enam kecamatan di Rembang.

“Dari dua program tersebut, kami berharap agar ada kemanfaatan bagi masyarakat, utamanya UKM untuk terus berdaya saing,” tandasnya.

Sementara itu, seusai memberikan sambutan, Kepala Disperindagkop dan UMKM Rembang Muntoha sempat melontarkan kritikan atas pola pikir sebagian kaum muda di Rembang yang masih berorientasi hanya menjadi pekerja, bahkan PNS.

“Ketika kesempatan kerja terbatas, kaum muda bisa mencoba melakukan wirausaha,” katanya.

Mengenai modal, Muntoha menegaskan jika kreativitas mestinya didahulukan. Ia pun menawarkan klinik usaha di dinasnya maupun klinik entrepreneur di STIE YPPI untuk konsultasi bisnis.

 
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan