Produk Kerajinan Akar Kayu dari Bulu Berkibar

Selasa, 2 Februari 2016 | 18:59 WIB
Bahan baku berupa limbah akar kayu yang hendak diproduksi menjadi meja, kursi, dan ornamen komoditas ekspor dari Kecamatan Bulu. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Bahan baku berupa limbah akar kayu yang hendak diproduksi menjadi meja, kursi, dan ornamen komoditas ekspor dari Kecamatan Bulu. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

BULU, mataairradio.com – Produk kerajinan akar kayu dari wilayah Kecamatan Bulu kini terus berkibar seiring kemudahan perajin mendapat bahan baku dan kelancaran order dari berbagai daerah.

Puguh Setyo, manajer di industri kerajinan limbah akar kayu “Maju Jaya Shop” di Desa Bulu menyebutkan, order datang membanjir dari konsumen dalam negeri maupun mancanegara.

“Kami tak khawatir menerima banyak pesanan karena bahan baku limbah akar kayu tersedia melimpah,” terangnya Selasa (2/2/2016) pagi.

Menurutnya, bahan baku diperoleh dari pemasok di daerah kecamatan setempat. Ia mengaku tidak sampai susah payah mencari bahan baku dari luar daerah.

Meski musim hujan, produksinya pun masih normal. Bahkan ia mampu mengekspor 1 kontainer hasil kerajinannya per 1-2 bulan.

“Satu kontainer 40 feet, nilainya sekitar Rp200 juta,” bebernya.

Surahman, perajin produk yang sama dari Desa Jukung justru mengaku kesulitan memperoleh bahan baku.

“Mungkin karena usaha ini baru 4 tahun, sehingga belum banyak jaringan pemasok bahan baku,” katanya.

Namun saat ditanya mengenai persediaan bahan bakunya pada saat ini, ia mengaku masih memiliki stok limbah akar kayu dan siap diolah menjadi produk kerajinan seperti meja, kursi, dan aneka ornamen.

Mengenai tingkat order, Surahman pun mengaku sedang sepi pembeli. Bahkan menurutnya, pernah dalam satu bulan tidak ada order sama sekali.

Ia kembali menyadari usahanya tergolong baru, sehingga belum banyak dikenal konsumen.

“Pelanggannya masih terbatas dari Jogja dan Jepara,” tegasnya.

Menurut catatan dari sejumlah perajin, produk limbah akar kayu dalam bentuk meja, kursi, dan ornamen asal Kecamatan Bulu, kini telah merambah banyak negara di Amerika, Eropa, dan Asia.

Ada yang mengekspor langsung, tapi ada juga yang masih lewat pengepul di Jepara dan Yogyakarta.

Umumnya, mereka meraup banyak keuntungan ketika nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, sedang tertekan atau jatuh.

Namun hal itu tak lantas membuat mereka senang, karena beberapa bahan untuk finishing produk justru didapatkan dari luar negeri dengan harga mahal.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan