Produk Jamu Rembang Pikat Konsumen Mancanegara

Friday, 21 March 2014 | 18:03 WIB
Carol Ann Tapaz alias Devalia (kanan) dan Manajer Pemasaran Garuda Sakti Herman Candinegara saat perkenalan Garudapine, Jumat (21/3) pagi. (Foto: Pujianto)

Carol Ann Tapaz alias Divalia (kanan) dan Manajer Pemasaran Garuda Sakti Herman Candinegara saat perkenalan Garudapine, Jumat (21/3) pagi. (Foto: Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Jamu produksi UD Garuda Sakti Rembang berhasil memikat konsumen dari mancanegara seperti Perancis, Hongkong, dan Amerika Serikat. Padahal produk jamu yang disebut sebagai obat herbal berbahan kulit pinus massoniana ini, belum lama beredar di pasaran dalam negeri.

Manajer Pemasaran UD Garuda Sakti Rembang Herman Candinegara mengatakan, produk herbal buatannya diberi nama OPC Pine Extract dan Pine Leaf Extract. Dua produk yang diluncurkan sejak tahun 2010 itu, mulai dinikmati konsumen di seluruh Jawa dan Sulawesi. Untuk pemasaran di mancanegara, pihaknya masih dibantu oleh pemilik Imago Transmedia Production Carol Ann Tappaz atau yang akrab disapa Devalia.

Di Rembang sendiri, dua produk itu bisa didapatkan di sejumlah apotek. OPC Pine biasa dimanfaatkan untuk membantu mengobati sejumlah penyakit seperti kolesterol tinggi dan kencing batu, sedangkan Pine Leaf di antaranya untuk mencegah kanker dan pembuang radikal bebas. Produk ini dijual dalam kemasan kapsul per botol mulai Rp67.500.

Pemilik UD Garuda Sakti Heny Waryanti mengungkapkan, dua produk jamu yang telah luncur dipasaran sudah mengantongi izin dari Balai Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Pihaknya kini sedang mengurus izin anyar dari BPOM untuk produk baru yang diberi nama Garudapine. Produk baru itu, yang nantinya untuk mengkaver pasar luar negeri secara lebih luas.

Jumat (21/3) pagi, Carol Ann Tappaz alias Divalia, pemilik Imago Transmedia yang berkantor di Hollywood Los Angeles, California, Amerika Serikat, berkunjung ke pabrik milik UD Garuda Sakti Rembang. Pabrik jamu ini berada di Kilometer 17 Rembang-Blora, tepatnya di Pabrik Minuman Breakdance Kemadu Kecamatan Sulang.

Kepada MataAir Radio dia mengaku sudah menggunakan produk yang diciptakan oleh Dokter Sunoto, suami Heny Waryanti itu, ketika menderita sakit pada tulang punggungnya. Dia juga mengaku telah memperkenalkan produk tersebut ke sebuah industri di Amerika Selatan dan sedang menegosiasikannya di Hongkong. Dia menyatakan tertarik berkolaborasi dengan Garuda Sakti untuk memasarkan jamu tersebut.

Sementara itu, Dokter Sunoto mengaku belajar meramu obat herbal itu selama 15 tahun, sebelum kemudian memproduksi dan memasarkannya. Dia mengungkapkan, pinus massoniana pernah diteliti oleh 14 profesor di China dan cukup ampuh sebagai bahan jamu atau obat.

Sebelum mulai berkembang seperti sekarang, dirinya sempat menjajakannya secara gratis setelah mendapat izin dari BPOM. Pihak Garuda Sakti berencana menggelar aksi sosial untuk membantu warga di Rembang. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan