Produk Gagal, 8.200 Meteran Listrik Prabayar Di Rembang Ditarik PLN

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 03:58 WIB

Domianus Jati kuncahyo, Supervisor Transaksi pada PLN Rayon Rembang didampingi dua orang petugas operator. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Rembang akan menarik sebanyak 8.200 unit meteran listrik atau KWH (Kilo Watt Hour) Meter jenis prabayar yang telah diberikan kepada sebagian pelanggan.

Pasalnya, meteran listrik prabayar merek Glomet yang akan ditarik tersebut dinilai sebagai produk gagal.

Ada dua tipe KWH Meter prabayar merek Glomet yang sudah terlanjur beredar di kalangan pelangan listrik. Dua tipe itu adalah GX699 dan GX600.

Domianus Jati Kuncahyo Supervisor Transaksi pada PLN setempat menjelaskan, ada salah satu komponen pada kedua tipe KWH Meter Prabayar merek Glomet yang tidak sesuai dengan Standarisasi PLN (SPLN), sehingga harus diganti baru.

“Kita sudah mencoba melakukan sosialisasi dengan cara surat ke kepala desa. Kita surati. Kita beritahukan bahwa meter prabayar untuk merek Glomet ini kita lakukan penggantian pemeliharaan yang sifatnya biayanya gratis tidak ada pemungutan,” terangnya.

Program penarikan KWH Meter Prabayar merek Glomet, lanjutnya, bukan hanya berlaku di Rembang, namun juga di seluruh Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta.

Disinggung adanya surat edaran dari Bupati Rembang untuk kepala desa se-Kabupaten Rembang terkait imbauan pembayaran tagihan listrik, Jati membenarkan hal tersebut.

Pihak PLN Rayon Rembang memang telah berkoordinasi dengan Pemkab Rembang terkait imbaun pembayaran tagihan listrik.

Menurut Cahyo, hal itu sengaja dilakukan karena dalam neraca keuangan pada tiga bulan terakhir ada sekitar tunggakan pembayaran tagihan listrik sebesar Rp500 Juta dari para pelanggan, baik itu skala rumah tangga, industri, maupun bisnis.

Ia mengaku bahwa dengan surat edaran Bupati tersebut cukup efektif, sehingga jumlah tunggakan pembayaran tagihan listrik oleh para pelanggan dapat berkurang.

“Saya mengimbau kepada para pelangan PLN agar melakukan pembayaran tepat waktu. Atau jangan sampai melebihi tanggal 20, agar tidak ada yang dirugikan baik pihak pelanggan maupun pihak PLN,” ujarnya, Jumat (10/8/2018).

Sementara itu, pihak PLN Rayon Rembang juga mengharap kritik maupun masukan dari masyarakat. Apabila ada keluhan supaya bisa datang langsung ke Kantor PLN ataupun menghubungi melalui telefon.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan