Premium “Menghilang” dari SPBU di Rembang

Selasa, 4 Oktober 2016 | 23:39 WIB
SPBU Tireman Rembang. (Foto: Pujianto)

SPBU Tireman Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bahan bakar minyak atau BBM jenis premium nyaris tidak lagi dijumpai di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Rembang, setidaknya pada Selasa (4/10/2016).

Berdasarkan pantauan mataairradio.com, hampir semua SPBU di daerah ini, tak menjual lagi premium. SPBU secara beramai-ramai memasang papan pengumuman bahwa persediaan premium habis. Bahkan di bagian atas pompa pengisian, kini sudah tidak ada lagi tulisan premium.

Supervisor SPBU Tireman Muhammad Syafik membenarkan “menghilangnya” premium. Menurutnya, kini, dari 20 titik SPBU milik Pertamina di Kabupaten Rembang, tinggal satu yang masih menjual premium, yaitu SPBU di bilangan Jalan Pemuda, depan SMA Santa Maria.

Selebihnya, kata Syafik, sudah tidak lagi menjual premium. Jika pun masih ada SPBU lain yang jualan premium, maka itu sekadar menghabiskan persediaan. Alasannya, para pengelola SPBU fokus menjual bahan bakar seperti Pertalite dan Pertamax.

“Soal kenapanya, silakan tanya saja langsung kepada Pertamina. Memang, seperti SPBU kami, sudah tidak lagi menjual premium. Yang masih ada hanya (SPBU) yang di Jalan Pemuda, depan SMA Santa Maria. Ini kebijakan lokal,” terangnya ketika dikonfirmasi reporter mataairradio.

Ia mengakui, banyak dari masyarakat yang kecele lantaran tidak lagi bisa memperoleh premium. Memang, menurutnya, dalam sehari sebelum kebijakan ini, SPBU-nya menghabiskan 6-7 ribu liter premium, sedangkan pertalite yang harganya sedikit di atas premium cuma seribu liter.

“Sekarang, permintaan pertalite melejit jadi 7-8 ribu liter. Posisinya (premium) digantikan pertalite. Kita dituntut menjual bahan bakar khusus; pertalite dan pertamax,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan