PPP Usung Hafidz sebagai Calon Bupati di Pilkada Rembang

Wednesday, 8 October 2014 | 15:40 WIB
Abdul Hafidz, yang ditemui seusai  Muskercab Partai Persatuan Pembangunan, Rabu (8/10/2014) siang. (Foto:Pujianto)

Abdul Hafidz, yang ditemui seusai  Muskercab Partai Persatuan Pembangunan, Rabu (8/10/2014) siang. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Partai Persatuan Pembangunan bermufakat mengusung Abdul Hafidz sebagai calon Bupati di Pilkada Rembang tahun 2015. Keputusan itu atas rekomendasi 14 pengurus anak cabang PPP, Rabu (8/10/2014) siang.

Hasil musyawarah ini pun dianggap tidak mengagetkan. Sebab, sinyal mengusung Pelaksana Tugas Bupati Rembang untuk menjadi calon Bupati, sudah lama tercium. Setidaknya ketika hasil Pemilu Legislatif menempatkan 10 caleg PPP di parlemen.

Muskercab yang berlangsung sejak pukul 10.45, tak butuh waktu lama untuk menelurkan rekomendasi mengusung Abdul Hafidz sebagai calon Bupati. Di forum musyawarah antar-pengurus anak cabang, justru lebih ramai oleh rekomendasi kepada DPW dan DPP menyangkut kisruh di internal PPP.

“Keputusan soal kader terbaik PPP yang akan diusung sebagai calon Bupati di Pilkada Rembang 2015 sudah final, yaitu Bapak Abdul Hafidz. Keputusan ini dibuat baik untuk Pilkada jika diselenggarakan secara langsung atau melalui DPRD,” ujar Ketua DPC PPP Rembang Majid Kamil seusai Muskercab.

Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah Istajib mengatakan, begitu memutuskan Abdul Hafidz sebagai calon Bupati di Pilkada Rembang 2015, ada beberapa konsekuensi.

“Pak Hafidz ini harus bekerja ‘dobel gardan’. Langsung blusukan untuk menggalang kekuatan dari rakyat dan intensif melakukan lobi dengan 45 anggota di DPRD. Sebab sampai saat ini belum ada keputusan tetap dan mengikat soal Pilkada,” katanya.

Menurut Istajib, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu berkemungkinan ditolak. Menurutnya, mungkin juga Pilkada digelar melalui DPRD dengan tambahan syarat.

“Namun ada juga ‘statement’ dari Menteri Dalam Negeri yang menyebut Pilkada yang secara jadwal dilakukan sebelum September 2015, masih dilakukan secara langsung oleh rakyat. Karena itu saya tegaskan, dibutuhkan ‘dobel gardan’ untuk melangkah setelah hasil muskercab ini,” tegasnya.

Abdul Hafidz yang ditemui secara terpisah mengaku siap menjalankan keputusan musyawarah kerja cabang. Sebenarnya dia sempat berharap ada pesaing di penentuan sosok calon Bupati yang diusung PPP Rembang.

“Ya saya siap ditugasi partai. Sebenarnya saya berharap proses ini ada kompetitornya. Agar tidak muncul kesan saya telah memengaruhi atau ada tekanan sehingga hanya nama saya yang muncul. Namun ya hasilnya seperti itu dan saya harus mematuhinya,” katanya.

Dia juga mengaku belum melakukan gerakan apapun seperti gerilya dukungan di tingkat rakyat maupun DPRD. “Blusukan itu bukan sesuatu yang istimewa bagi saya. Seorang pemimpin itu harus bisa mengayomi dan melindungi masyarakat. Soal penjajakan dengan partai politik lain, setelah ini saya lakukan”.

Muskercab PPP Rembang dihadiri tidak hanya oleh pihak internal Partai Persatuan Pembangunan. Berdasarkan pantauan, perwakilan dari partai politik lain juga hadir, seperti PKB, Nasdem, Partai Golkar, Demokrat, PKS, PAN, dan Hanura.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan