PPP Rembang Anggap Keputusan Rapimnas Informasi Tak Jelas

Senin, 21 April 2014 | 17:06 WIB
Ketua Umum DPP PPP Suryadarma Ali. (Foto:Pujianto)

Ketua Umum DPP PPP Suryadarma Ali. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan Rembang menganggap keputusan Rapimnas PPP yang secara jelas melengserkan Suryadarma Ali dari kursi Ketua Umum partai, sebagai informasi yang tidak jelas.

Sekjen DPC PPP Rembang Abdul Hafidz mengatakan, internal partai di tingkat kabupaten ini, sedang tidak terpengaruh hasil Rapimnas. Dia bersam jajaran DPC, masih menganggap Suryadarma Ali dan M Romahurmuziy, sebagai Ketua Umum dan Sekjen DPP PPP.

Hafidz juga menilai, keputusan rapimnas itu sarat dengan kepentingan pribadi. Meski demikian, hasil rapimnas biasanya menjadi salah satu pertimbangan penting saat digelar muktamar lima tahunan. Hanya saja, tentang pengakuan rapimnas versi Sekjen PPP, belum jelas.

Pihak DPC PPP Rembang belum bisa memberikan nilai atau respon terhadap status rapimnas versi Sekjen DPP PPP Romahurmuziy. Sekjen DPC PPP Rembang menegaskan bahwa rapimnas tersebut kental dengan kepentingan personal.

Oleh karena itu, hingga Senin (21/4) ini, pihak DPC belum akan melakukan konsolidasi di internal PPP. Apalagi, berkembang pula informasi bahwa akan ada Rapimnas yang dipimpin Suryadarma Ali sebagai Ketua DPP PPP.

Abdul Hafidz yakin, persoalan di internal partai akan selesai di rapimnas nanti. Saat ini, DPC PPP Rembang tengah bersyukur atas perolehan suara dalam Pemilu 2014. Hafidz menyatakan, hasil pemilu legislatif melegakan dan sesuai target partai.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PPP Suryadarma Ali yang ditemui di kompleks Pesantren Al-Anwar Sarang menilai Rapimnas PPP versi Sekjen Partai M Romahurmuziy, tidak merupakan forum yang benar untuk memberhentikan Ketua Umum, karena mesti melalui Muktamar Luar Biasa PPP.

Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair memantau perkembangan perselisihan di internal PPP dan belum menentukan langkah partai terkait koalisasi dengan parpol lain, misalnya Partai Gerindra. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan