PPP Minta Pelantikan Kepala Daerah Rembang Dipercepat

Senin, 18 Januari 2016 | 18:49 WIB
Kandidat Bupati Rembang Abdul Hafidz pada sesi jumpa pers di kediamannya di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, sekaligus menyatakan klaim kemenangannya di Pilkada 9 Desember 2015, Rabu (9/12/2015) petang. (Foto: Pujianto)

Kandidat Bupati Rembang Abdul Hafidz pada sesi jumpa pers di kediamannya di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, sekaligus menyatakan klaim kemenangannya di Pilkada 9 Desember 2015, Rabu (9/12/2015) petang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Fraksi PPP DPRD Kabupaten Rembang meminta kepada Menteri Dalam Negeri agar mempercepat pelantikan kepala daerah ini.

Setidaknya, sampai Senin 18 Januari ini, pelantikan kepala daerah terpilih Rembang, serba belum jelas.

Padahal menurut Ketua Fraksi PPP DPRD Rembang Sugiharto, 20 hari setelah KPU mengusulkan pelantikan kepala daerah terpilih, mesti dilakukan pengangkatan atau peresmian bupati dan wakil bupati hasil pilkada 9 Desember lalu.

“Berlarutnya pelantikan menghambat pelayanan kepada masyarakat. Dorongan agar pelantikan dipercepat agar pelayanan publik jadi lebih baik,” katanya.

Sugiharto menganggap, roda pemerintahan yang masih dipimpin oleh seorang pejabat bupati, kurang efektif. Menurutnya ada beberapa kebijakan yang memerlukan tanda tangan dari bupati definitif.

“Misalnya pengisian jabatan yang kosong atau pengesahan peraturan bupati atau perbup,” tandasnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanuddin yang dihubungi reporter mataairradio secara terpisah mengaku belum menerima kabar terbaru, terkait pelantikan kepala daerah terpilih.

“Kami hanya bisa sebatas menunggu,” terangnya.

Upaya menghubungi biro pemerintahan di level provinsi, menurutnya sudah dilakukan. Demikian juga dengan langkah komunikasi ke Kementerian Dalam Negeri, sudah ditempuh.

Dua institusi tersebut, sama-sama memberikan petunjuk agar pihaknya menunggu saja pemberitahuan resmi.

Mengenai kesiapan anggaran untuk pelantikan kepala daerah terpilih, Akhsanuddin enggan memberikan penjelasan secara terpirinci. Ia bahkan tak mengatakan kalau anggaran sudah siap.

“Menunggu saja ada kejelasan (pelantikan),” tegasnya.

Pelantikan kepala daerah terpilih dilakukan di ibukota provinsi. Jika di Jawa Tengah, maka pelantikan kepala daerah dilakukan di Semarang.

Kepala daerah terpilih Rembang, Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto, sebelumnya sempat tersiar akan dilantik pada sekitar bulan Juni 2016.

Siaran itu mengacu pada pernyataan kementerian dalam negeri dalam sebuah kesempatan.

Namun baru-baru ini, Mendagri Tjahjo Kumulo justru menginginkan agar pelantikan kepala daerah yang tidak terdapat sengketa gugatan di MK, agar dipercepat pada Januari atau Februari.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan