PPDB SMP Perhitungkan Jarak Rumah ke Sekolah

Monday, 19 June 2017 | 11:40 WIB

Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Achmad Solchan memberikan penjelasan kepada awak media mengenai situasi pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTs pada hari terakhir, Senin (8/5/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang menyatakan memperhitungkan jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah sebagai poin pembobotan pada PPDB tahun ajaran 2017-2018.

Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dindikpora Kabupaten Rembang Achmad Solchan mengatakan, kebijakan tersebut merupakan amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, SMK, atau bentuk lain yang sederajat.

“Pada PPDB SMP mendatang, jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah menjadi variabel pembobotan. Dasar pertimbangan kami adalah Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017,” katanya kepada mataairradio.com, Senin (19/6/2017) pagi.

Pasal 12 pada Permendikbud tersebut menyebut bahwa seleksi calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut:

“a. jarak tempat tinggal ke sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi;
b. usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a (berusia paling tinggi 15 tahun, red.); c. nilai hasil ujian SD atau bentuk lain yang sederajat; dan d. prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui Sekolah sesuai dengan kewenangan daerah masing-masing,” bunyi ayat pada pasal tersebut.

Nurhadi, salah seorang panitia penerimaan peserta didik baru di SMP Negeri 2 Rembang membenarkan adanya kebijakan baru tersebut. Pihaknya pun sudah menuangkan ketentuan mengenai variabel pembobotan jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah pada PPDB kali ini.

“Benar. Aturan baru pada PPDB ini ya soal pembobotan atau skoring jarak tempat tinggal ke sekolah. Jika dulu nilai akhir pada PPDB dihimpun dari jumlah nilai ujian sekolah SD ditambah nilai piagam atau prestasi kejuaraan; jika ada, kini ditambah jarak tempat tinggal ke sekolah,” katanya.

Ia menyebutkan, pembobotan jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah diatur dengan kriteria yaitu bertempat tinggal di desa setempat dengan sekolah, tempat tinggal di kecamatan yang sama dengan sekolah, di eks kawedanan yang sama dengan sekolah, dan di luar eks kawedanan yang sama dengan sekolah.

“Kalau di desa yang sama sekolah nilai tiga, kecamatan yang sama nilai 2, eks kawedanan yang sama (Rembang dan Kaliori untuk SMP di Rembang Kota) nilai 1, dan jika tempat tinggalnya di luar eks kawedanan tersebut nilainya nol,” katanya.

Pada masa PPDB tahun ajaran 2017-2018 yang akan berlangsung mulai tanggal 3-5 Juli 2017, pihak SMP Negeri 2 Rembang membuka sembilan rombel dengan isi 32 peserta didik tiap rombel, sehingga jumlah calon siswa yang akan diterima sebanyak 288 orang. “Kuota dari luar rayon, termasuk dari luar kabupaten, di sekolah kami hanya 5-10 persen,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan