PPDB SMK di Rembang Wajibkan Tes Kesehatan

Saturday, 10 June 2017 | 15:07 WIB

Suasana pelaksanaan tes kesehatan bagi calon peserta didik di SMK Negeri 2 Rembang pada tahun ajaran 2014/2015. Pada tahun ajaran 2017/2018, tes kesehatan masih diberlakukan meskipun kini PPDB dilakukan secara online. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Rembang menyatakan bahwa penerimaan peserta didik baru (PPDB) bagi SMK masih akan mewajibkan tes kesehatan, meskipun mulai tahun ajaran ini PPDB dilakukan online.

Ketua MKKS SMK se-Kabupaten Rembang Singgih Darjanto menyatakan, kewajiban tersebut sebagaimana petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis PPDB online dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. PPDB online akan berlangsung serentak mulai 11-14 Juni 2017.

“Tes kesehatan mutlak. Jangan sampai nanti ketika mau bekerja, begitu dites, ternyata siswa itu buta warna. Soal tes kesehatan, sekolah membantu menyediakan dokter. Biaya menjadi urusan calon siswa dengan dokter,” katanya kepada mataairradio.com, Sabtu (10/6/2017).

Menyediakan dokter di sekolah lalu calon peserta didik melakukan tes kesehatan di tempat yang sama, menurut Singgih, lebih efektif dan efisien. Selain siswa tidak perlu repot mencari dokter, biaya tes kesehatan yang dibutuhkan diklaim oleh Singgih, relatif terjangkau.

“Tes kesehatan yang dibutuhkan untuk masuk SMK antara lain tes buta warna serta tinggi badan. Setelah dites, dokter akan langsung memberikan keterangan apakah calon peserta didik dinyatakan sehat atau tidak sehat. Surat keterangan itu dilampirkan,” terang dia.

Pada kesempatan perbincangan yang sama, Singgih menyatakan, pihak SMK di Kabupaten Rembang siap melayani PPDB secara online, mengingat rata-rata sekolah telah memiliki jumlah perangkat komputer yang memadai, setidaknya untuk penerimaan peserta didik baru.

“Kekhawatiran-kekhawatiran akan persoalan jelas ada, sebagaimana saat dulu penerapan UNBK. Tetapi kemudian ternyata semua lancar. Semoga PPDB online ini pun begitu, lancar. Lagi pula, pada PPBD online ini, calon siswa bisa mengakses dari gadget sendiri,” katanya.

Total ada 24 SMK terdiri atas enam berstatus negeri dan 18 swasta yang menyongsong PPDB online. Menurut ketentuan, sekolah boleh menerima siswa dari luar kabupaten dengan porsi tujuh persen dan dari luar provinsi dengan porsi tiga persen dari kuota penerimaan.

“Kalau di tempat kami, kami rencanakan menerima 15 rombel atau sebanyak 540 siswa. Persentasenya ya seperti juknis. Intinya, dari luar kabupaten tersedia porsi tujuh persen dan dari luar provinsi tiga persen. Pengalaman, porsi ini habis termanfaatkan,” pungkas Singgih yang juga Kepala SMK Negeri 1 Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan