Pos Dana Tak Tersangka Dirogoh untuk Kekeringan

Senin, 3 November 2014 | 20:28 WIB
Ilustrasi bantuan air untuk korban bencana kekeringan di Kabupaten Rembang. (Foto:mataairradio.com)

Ilustrasi bantuan air untuk korban bencana kekeringan di Kabupaten Rembang. (Foto:mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang memutuskan merogoh dana dari pos anggaran belanja tak tersangka (BTT) untuk menangani kekeringan berupa bantuan air bersih bagi desa terdampak.

Mulai 1 November 2014, Pemkab mengucurkan 500 tangki bantuan air bersih. Menurut harga air yang diterapkan PDAM Rembang yang Rp175.000 per tangki, maka nilai dana yang dirogoh dari pos anggaran BTT mencapai Rp87,5 juta.

Ini artinya, usulan tambahan anggaran Rp87,5 juta yang diajukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, disetujui seluruhnya.

Sebelumnya, BPBD Rembang dialokasi Rp200 juta untuk penanganan kekeringan dalam bentuk bantuan air bersih. Namun anggaran tersebut hanya cukup untuk membiayai sampai dengan 31 Oktober 2014.

Penggunaan anggaran dari pos dana belanja tak tersangka ini terungkap dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni dan diikuti pula oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Suharso, Kepala DPKKAD Mustain, Kepala Bidang Pelayanan PDAM Rahmat Ipdadi, dan Kasubbag Pemberitaan Bagian Humas Setda Rembang Sudharmaji di Ruang Rapat Sekda Rembang, Senin (3/11/2014).

“Seluruh kriteria yang sudah diatur untuk pencairan dana tak terduga akan dicukupi berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006,” kata Sekda menjelaskan.

Bulan November ini, menurut Sekda, ada 61 Desa dari 14 kecamatan, dua sekolah, dan dua masjid di Rembang yang mengajukan bantuan air bersih.

Meskipun demikian, Sekda memerintahkan kepada BPBD untuk menyisir kembali desa-desa yang membutuhkan bantuan air, selain 61 desa itu.

“Bulan November ini ada 662 tangki air bersih yang akan kita salurkan. Dari Bakorwil I Jawa Tengah ada 162 tangki, sedang dari Pemkab 500 tangki air,” kata Sekda menyebutkan.

Hamzah mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Rembang untuk menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) berupa bantuan air, baik langsung ke desa yang membutuhkan atau pun melalui Pemkab.

“Untuk mengantisipasi kekeringan di tahun-tahun mendatang, saat ini Pemkab Rembang terus mengupayakan menambah jumlah penampungan air seperti embung dan cekdam karena Kabupaten Rembang bukan termasuk daerah yang dilalui oleh sungai-sungai besar,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan