Polres Rembang Persempit Ruang Gerak Teroris di Perbatasan

Senin, 14 Mei 2018 | 18:23 WIB

Razia di titik perbatasan Sarang-Tuban, Ahad (13/5/2018) sore, untuk mempersempit gerak teroris. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang mempersempit ruang gerak teroris.

Caranya, polisi melipatkan kewaspadaan dan razia di sepanjang Jalur Pantura Rembang.

Langkah serupa juga dilakukan oleh pihak Polres Tuban.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa mengatakan, Jalur Pantura rentan dimanfaatkan teroris untuk bergerak antardaerah.

Pihaknya mengencangkan razia di titik perbatasan bersama Polres Tuban sejak Ahad (13/5/2018) siang hingga malam.

Ia berharap kepada masyarakat untuk tidak takut, tetapi terus waspada.

“Kami juga meminta masyarakat agar melaporkan sekecil apapun informasi guna antisipasi aksi teror,” katanya.

Selain mempersempit ruang gerak teroris yang mungkin melintasi Jalur Pantura, Pungky menyatakan berkoordinasi dengan TNI, tokoh masyarakat, dan ulama.

“Khusus kepada ulama, kami berharap ujaran yang menyejukkan, terutama kepada para santri,” katanya.

Ia mencontohkan pengajian yang digelar di Semarang, Ahad (13/5/2018) malam, yang berisi ujaran teduh dari Kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Emha Ainun Najib (Cak Nun).

Kepada mataairradio, Senin (14/5/2018), orang nomor satu di Polres Rembang mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berita dusta alias hoaks.

“Tetap tenang. Jangan panik,” tegasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan atau keramaian seperti di pusat perbelanjaan dan alun-alun, hingga situasi dinyatakan aman.

Ahad (13/5/2018) pagi kemarin, serangan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sampai saat ini tercatat 13 orang tewas dan 41 orang luka-luka dalam kejadian itu.

Ledakan bom berlanjut malam harinya. Terjadi di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo.

Korban yang tewas dalam kejadian itu tiga orang, dan dua anak-anak terluka.

Diduga kuat ledakan itu tidak sengaja terjadi saat pelaku sedang merakit bom.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan sisa bom aktif dan bahan-bahan pembuat bom.

Sementara Senin (14/5/2018) pagi tadi, serangan bom kembali terjadi di Kota Surabaya. Kali ini yang menjadi sasaran adalah kantor Mapolrestabes Surabaya.

Polisi mengonfirmasi adanya korban dari seragam bom kendaraan ini.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan