Polres Libatkan 2.200 Linmas Amankan TPS Pilkada

Kamis, 19 November 2015 | 18:02 WIB
Kapolres Rembang AKBP Winarto ketika memberikan pemaparan ikhwal pengamanan Pilkada Rembang pada dialog publik yang digelar FWR, Kamis (19/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Kapolres Rembang AKBP Winarto ketika memberikan pemaparan ikhwal pengamanan Pilkada Rembang pada dialog publik yang digelar FWR, Kamis (19/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepolisian Resor Rembang akan melibatkan 2.200 personel linmas untuk mengamankan 1.100 tempat pemungutan suara (TPS) di Pilkada 2015.

Mereka akan membantu tugas pengamanan oleh polisi.

Kapolres Rembang AKBP Winarto pada dialog publik yang digelar Forum Wartawan Rembang, Kamis (19/11/2015) pagi menyebutkan, 2.200 personel linmas akan diterjunkan dengan rincian 2.174 orang di TPS aman, 8 orang di TPS rawan I, dan 18 orang di TPS rawan II.

“Linmas akan mengkaver 360 polisi di TPS aman, 2 polisi di TPS rawan I, dan 4 polisi di TPS rawan II,” katanya.

Selain melibatkan linmas, Polres Rembang pun akan melibatkan 1 pleton anggota Polres Pati dan 1 kompi anggota Brimob Pati.

“Anggota polisi dari Pati akan standby di mako (markas Polres Rembang),” katanya.

Kapolres kelahiran Surakarta itu juga menyebutkan, kategori TPS yang rawan bukan karena kerentanan terhadap bentrok atau keributan.

“TPS rawan II dipetakan berdasarkan lokasi geografis, yakni berada di perbukitan yang sulit dijangkau,” katanya.

Sedangkan TPS rawan I dipetakan berdasarkan masih adanya sikap pro dan kontra terhadap pendirian pabrik semen.

“Jumlah TPS aman di Rembang, sebanyak 1.089 TPS, sedangkan yang rawan II sebanyak 2 TPS dan rawan I; 9 TPS,” katanya.

Winarto menegaskan, anggotanya akan meluncur ke TPS dengan kategori rawan, pada H-1 atau H-2 coblosan.

“Anggota akan kami pastikan sudah berada di TPS pada hari pelaksanaan pemungutan suara, 9 Desember mendatang,” katanya.

Kapolres menambahkan, selain mengamankan TPS, pihaknya juga fokus mengamankan dua kantor penyelenggara Pilkada, yakni kantor KPU dan Panwas.

“Di kantor KPU, ada 19 polisi yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan selama 1×12 jam,” katanya.

Sementara di kantor Panwas, ada 10 polisi yang diturunkan untuk mengamankan, juga selama 1×12 jam. Winarto mengaku sejak dini mengantisipasi sejumlah kerawanan.

“Beberapa kerawanan itu misalnya kemungkinan penyelenggara pilkada dan aparatur Negara yang tidak netral,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan