Politisi Nasdem Sowan Gus Mus Bincangkan Persoalan Kebangsaan

Rabu, 21 Juni 2017 | 20:13 WIB

Sekjen DPP Partai Nasdem Effendy Choirie memberikan keterangan pers seusai bersilaturahmi kepada Kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di komplek Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Rabu (21/6/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah politisi Partai Nasdem berkunjung ke kediaman Kiai Ahmad Mustofa Bisri atau yang sering disapa Gus Mus, Rabu (21/6/2017) sore, antara lain untuk memperbincangkan persoalan kebangsaan.

Mereka di antaranya Sekjen Partai Nasdem Effendy Choirie, Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Tengah Setyo Maharso, Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Ali Mansyur, dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto. Rombongan tiba pukul 15.00 WIB.

Para politisi itu kemudian terlibat perbincangan selama satu jam lebih. Kepada wartawan seusai pertemuan, Effendy mengatakan, silaturahmi pihaknya kepada Gus Mus antara lain untuk minta petuah kiai dalam mengatasi persoalan bangsa.

“Peran kiai tidak bisa dipisahkan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Kalau ingin berjuang di Indonesia maka harus dekat dengan para kiai. Selain kepada Gus Mus, kami juga sudah sowan ke beberapa ulama di Jawa Timur dan Jabar,” katanya.

Gus Mus menyatakan sependapat dengan pernyataan Effendy Choirie. Menurutnya, untuk mengatasi masalah-masalah yang kini dihadapi oleh bangsa Indonesia, seluruh komponen masyarakat mesti bergerak bersama-sama, termasuk dengan kiai.

“Mengatasi masalah-masalah keindonesiaan ini ya harus bersama-sama. Seperti tadi dikatakan Gus Coy, bagaimana kita mengatasi masalah-masalah keindonesiaan ini bersama-sama. Nasdem sendiri mau kerjasama dengan kiai, saya kira ini bagus,” katanya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan