Semua Laporan Dugaan Politik Uang di Rembang Akhirnya Mentah

Selasa, 15 Juli 2014 | 15:18 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Semua laporan dugaan politik uang selama Pilpres 9 Juli kemarin di Kabupaten Rembang akhirnya mentah alias tidak bisa dilanjutkan ke level berikutnya, yakni ke tim penegak hukum terpadu atau Gakkumdu sebagai dugaan tindak pidana pemilu.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu atau Panwaslu Kabupaten Rembang Eko Pulung menjelaskan, batas akhir pemenuhan semua unsur dalam dugaan politik uang saat pemungutan suara Pilpres, hanya sampai Senin 14 Juli kemarin. Terakhir kali, Panwaslu Kabupaten menangani serius kasus dugaan politik uang di Kecamatan Kragan dan Pancur.

Rapat Tim Gakkumdu Pilpres yang terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan, dan Panwaslu pada Senin (14/7) kemarin menyimpulkan dua kasus tersebut tak memenuhi unsur dan syarat formal dalam Pasal 232 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres, sehingga disepakati dihentikan.

Eko Pulung menjelaskan, salah satu unsur dan syarat formal yang tidak terpenuhi dari kedua laporan tersebut adalah tidak bisa diklarifikasinya pihak yang menerima uang. Ketika hendak dikonfirmasi dan diklarifikasi oleh Panwaslu, semua pihak penerima uang, mangkir dari jadwal panggilan.

Unsur politik uang jelas, yakni ada uangnya, ada yang memberi, dan ada yang diberi, serta jelas tujuannya untuk mengarahkan memilih calon tertentu pada Pemilu. Pulung menduga, anggota masyarakat yang absen atau mangkir dari panggilan Panwaslu ini, takut berhadapan dengan hukum.

Belajar dari kasus mentahnya laporan dugaan politik uang ini, Pulung berharap agar anggota masyarakat tidak lagi nekat terlibat dalam politik uang. Bagi tim sukses calon tertentu di Pemilu, juga agar menghentikan politik uang dan tidak lagi melakukan aksi jual beli hak suara.

Sepanjang masa sehari sebelum Pilpres dan selama masa pemungutan suara tanggal 9 Juli kemarin, ada sejumlah informasi tentang dugaan politik uang yang mengalir ke Panwaslu. Selain dua kecamatan tersebut, juga Sluke, Sarang, Sale, dan Sumber. Namun keempat informasi ini mentah dalam proses klarifikasi di tingkat Panwas Kecamatan.

Setelah laporan dugaan politik uang akhirnya mentah dan dihentikan, kini Panwaslu mengalihkan fokus pengawasan pada rekapitulasi hasil perolehan suara di tingkat Kabupaten Rembang. Panwaslu menyiapkan sejumlah dokumen dan bahan masukan kepada KPU saat rekap yang akan digelar pada Rabu (16/7) ini. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan