Warga Nekat Polisikan Mantan Kades Lodan Kulon Karena Jengkel

Kamis, 26 Juni 2014 | 21:05 WIB
Cholid Suyono, salah seorang warga yang ditemui di Mapolres Rembang, Kamis (26/6) pagi. (Foto:Pujianto)

Cholid Suyono, salah seorang warga yang ditemui di Mapolres Rembang, Kamis (26/6) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Belasan warga Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang mengungkapkan alasan lain melaporkan Mantan Kades Muhammad Ghufron. Warga mengaku jengkel dengan kesewenang-wenangan Ghufron saat menjabat. Bahkan ketika sudah tak lagi menjabat pun, sebagian warga menganggapnya kerap memancing provokasi antar-warga.

Mahmudi, salah satu tokoh pemuda Desa Lodan Kulon menyebut Ghufron kerap kali melontarkan kata-kata bernada menantang warga di desanya sendiri. Dia pun menganggap Mantan Kades ini sok jagoan dengan berlaku provokatif.

Menurutnya, pernah Ghufron menyetop sepihak satu alat berat yang hendak masuk ke lokasi pertambangan dengan alasan yang tidak jelas. Mahmudi juga menuding, sejak istrinya kalah di pilkades tahun lalu, Ghufron seolah merecoki pemerintah desa yang sekarang.

Asnawi, Ketua RT 7 RW 1 Desa Lodan Kulon menambahkan, saat masih menjabat sebagai kepala desa, Ghufron dianggap kerap membuat keputusan tanpa musyawarah dengan rukun tetangga. Khusus soal penjualan beras untuk warga miskin yang dilaporkan warga kepada polisi, juga tidak dilakukan berdasarkan rapat seluruh komponen masyarakat.

Menurutnya, sejak persoalan ini mencuat, warga mengaku takut untuk mengklarifikasikannya langsung kepada Ghufron. Apalagi oleh warga, Mantan Kades ini disebut berwatak keras. Warga pun memilih hanya memperbincangkannya secara terbatas.

Asnawi mengatakan, pilihan untuk melaporkan Ghufron kepada polisi, karena warga sudah merasa tertekan akibat kata-kata tak enak yang dilontarkan Mantan Kades. Sebagaimana warga yang lain, dia memilih menyerahkan tindak lanjut laporan penyelewengan raskin pada polisi.

Menurut catatan MataAir Radio, memang tidak kali ini saja Ghufron terlibat kontroversi dengan sebagian warganya. Pada bulan Juni 2012 silam, Ghufron juga sempat diprotes warga gara-gara penggunaan tiga objek tanah bengkok perangkat olehnya.

Namun, protes kala itu bisa diselesaikan, setelah Pemerintah Kecamatan Sarang turun tangan dengan melakukan penertiban administrasi di Desa Lodan Kulon. Hanya saja terkait kontroversi yang terbaru ini, belum ada konfirmasi dari Muhammad Ghufron. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan