Polisi Tetapkan Tiga DPO Kasus Sabung Ayam

Selasa, 16 Juni 2015 | 19:06 WIB
Sejumlah tersangka judi sabung ayang yang diamankan Polres Rembang seketika dari lokasi kejadian di persawahan wilayah Dusun Bencili Desa Kebonagung Kecamatan Sulang yang digulung polisi Minggu (14/6/2015) sore kemarin. (Foto: Pujianto)

Sejumlah tersangka judi sabung ayam yang diamankan Polres Rembang seketika dari lokasi kejadian di persawahan wilayah Dusun Bencili Desa Kebonagung Kecamatan Sulang yang digulung polisi Minggu (14/6/2015) sore kemarin. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Polres Rembang menetapkan tiga orang sebagai daftar pencarian orang atau DPO dalam kasus perjudian sabung ayam di persawahan wilayah Dusun Bencili Desa Kebonagung Kecamatan Sulang yang digulung polisi Minggu (14/6/2015) sore kemarin.

Ketiga DPO itu adalah TR alias GN, Min, dan Ing. Peran mereka sebagai bandar, botoh, dan panitia perjudian. Kapolres Rembang AKBP Winarto juga menetapkan empat pria lain sebagai tersangka. Mereka adalah WS warga setempat, RM warga Dresi Wetan-Kaliori, MK warga Leteh-Rembang, dan AM.

Khusus AM adalah warga Desa Pedak Kecamatan Sulang dan merupakan tersangka baru di luar yang diamankan seketika dari lokasi kejadian. Sementara KL, warga Jepuro-Juwana, Pati yang sempat turut diamankan tetapi mengalami patah kaki kanan, belum ditetapkan sebagai tersangka.

“DPO itu dari hasil pendalaman dan pengembangan kami. Sekali lagi data nama sudah kami kantongi, dan sedang dalam proses pencarian tersangka,” kata Kapolres.

Kapolres dalam gelar perkara Selasa (16/6/2015) siang membeberkan, bahwa omzet sabung ayam itu mencapai Rp50juta per sekali ronde atau aduan. Hal itu berdasarkan keterangan para tersangka yang kini ditahan di polres untuk kepentingan penyidikan.

Soal nilai taruhan, per orang bisa lebih dari dua juta rupiah. Polisi meyakini, perputaran uang di arena perjudian sabung ayam itu sangat banyak. Pihaknya masih terus mendalami informasi arena judi serupa di daerah lain.

Kapolres mengaku sudah menyebar anggotanya untuk menelisik arena judi sabung ayam di wilayah Rembang untuk dilakukan penertiban. Kepada segenap lapisan masyarakat, Winarto meminta dipasok informasi guna pemberantasan tindak perjudian yang meresahkan.

“Iya kalau omzetnya bisa sampai Rp50juta per sekali main. Taruhan per orang di atas dua juta rupiah. Ini kami akan dalami kemungkinan arena judi yang sama di daerah lain. Anggota sudah kami perintahkan (menyelidiki). Masyarakat juga kami mohon informasinya,” katanya.

Turut digelar dalam jumpa media itu, barang bukti perjudian, berupa 8 ekor ayam bangkok, 28 sepeda motor diduga milik para petaruh, lima buah papan ronde, dan 10 tenteng tas ayam. Dalam keterangan siaran pers yang dibeber polisi, tidak ada barang bukti uang yang turut diamankan.

Disinggung mengenai informasi yang menyebut ada keterlibatan anggota polisi di balik perjudian itu, Kapolres Rembang mengaku akan menindaklanjuti. Ia mengaku belum mendapat informasi yang sama, terutama terkait siapa yang oknum polisi yang dimaksud.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan