Polisi Tangkap Tenggeng karena Sabu-sabu

Senin, 24 Februari 2014 | 15:01 WIB
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito menujukkan sejumlah barang bukti yang disita dari MA alias Tenggeng, Senin (24/2). (Foto:Puji)

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito menujukkan sejumlah barang bukti yang disita dari MA alias Tenggeng, Senin (24/2). (Foto:Puji)

SEDAN, MataAirRadio.net – Seorang pemuda berumur 26 tahun dengan inisial MA alias Tenggeng ditangkap oleh aparat dari Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, Minggu (23/2) petang. Warga Desa Karas Kecamatan Sedan ini diduga mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu.

Sempat terjadi ketegangan antara MA dengan polisi. MA melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap. Dia mengelak telah mengedarkan sabu-sabu. Namun setelah tiga orang polisi menggeledahnya, ditemukan satu paket besar sabu-sabu.

Paket barang haram ini disimpan MA di kantung plastik yang dibalut gerenjeng dan dimasukkan ke dalam bungkos rokok. Polisi pun segera mengamankan pemuda ini. Kepada polisi, MA mengaku sudah enam kali ini menjual paket besar sabu-sabu.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, penangkapan itu berbekal informasi dari masyarakat. Ia mengamankan pelaku dari dekat warung kopi di bilangan Dusun Watuceleng Desa Karas, seusai bertransaksi.

Menurut pengakuan MA kepada polisi, satu paket besar sabu dijual dengan harga hingga Rp700.000. Mengenai kepastian apakah pelaku ini pengedar atau kurir, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif hingga Senin (24/2) siang. Hanya saja MA diyakini bekerja dalam jaringan.

Kasat Reserse Narkoba juga mengungkapkan, pelaku mengaku mengedarkan sabu-sabu kepada pelanggannya di wilayah Sedan, Pamotan, dan Tlogomojo Kecamatan Rembang. Sayangnya, MA masih bungkam soal identitas maupun inisial dari pelanggannya.

Dengan ditangkapnya MA, menunjukkan bahwa peredaran sabu-sabu di Rembang makin mengkhawatirkan. Narkotika sudah beredar di wilayah pelosok, sehingga memerlukan perhatian dari masyarakat.

Satu paket sabu-sabu, uang hasil transaksi Rp450.000, dan satu unit ponsel diamankan sebagai barang bukti. Polisi menjerat MA dengan jerat Pasal 114 Ayat 1 dan atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

AKP Bambang Sugito menegaskan imbauannya kepada warga masyarakat agar menjauhi narkoba. Dia pun berharap agar melaporkan setiap bentuk peredaran narkoba kepadanya melalui layanan SMS atau telepon pribadinya di 081325 401498. 24 jam. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan