Polisi Tangkap Penipu Berkedok Bantuan Rehab Rumah

Sabtu, 29 Juli 2017 | 22:37 WIB

Barang bukti berupa uang tunai yang diamankan oleh aparat kepolisian dari tersangka pelaku penipuan berkedok bantuan rehab rumah di Desa Sriombo Kecamatan Lasem, Jumat (27/7/2017) petang. (Foto : mataairradio.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Polisi menangkap seorang perempuan tersangka pelaku penipuan berkedok bantuan rehab rumah di Desa Sriombo Kecamatan Lasem pada Jumat petang 27 Juli 2017 sekitar pukul 18.30 WIB.

Tersangka bernama Sri Widiyawati (44) warga Desa Sugiwaras Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sedangkan korbannya tiga orang masing-masing Rudi Hermanto, Sri Wati, dan Yami, warga Sriombo.

Awalnya, pada Senin 24 Juli lalu, Rudi ditawari oleh tersangka sebuah sepeda motor Suzuki Satria seharga Rp1,5 juta. Rudi lalu memberikan uang tersebut, tetapi sepeda motor belum sampai diberikan.

Tersangka lalu bertanya kepada teman Rudi, Kamid tentang kondisi rumah Rudi. Kamid mengatakan bahwa rumah Rudi bagus. Tersangka lantas mengatakan bahwa jika rumah Rudi ternyata tidak layak, akan dibantu.

Sehari berselang, sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka menghubungi Rudi melalui sambungan telepon, mengabarkan akan datang guna menyurvei rumah dan akan memberikan bantuan rehab rumah sebesar Rp100 juta.

Tersangka tiba di rumah Rudi pukul 24.00 WIB serta bertemu dengan Sri Wati yang merupakan ibu korban, dan Yami. Tersangka kemudian menjelaskan maksudnya yang akan memberi uang Rp100 juta dengan syarat.

“Syaratnya, jika mau mendapat bantuan rehab rumah senilai Rp50 juta, tersangka harus menyerahkan uang buat saham Rp5 juta, namun jika menyerahkan Rp10 juta akan diberikan bantuan Rp100 juta,” kata Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Yami pun terbujuk oleh modus tersangka. Ia memberikan uang Rp2,5 juta, sedangkan kekurangannya akan ditomboki oleh tersangka dan bantuan dijanjikan dicairkan pada hari Ahad 30 Juli 2017.

“Masih kepada korban Yami ini, tersangka menawarkan saham Rp10 juta agar bisa mendapat bantuan Rp100 juta. Yami nyari uang dulu dan nanti diminta transfer Rp5 juta kepada tersangka,” bebernya.

Rabu 26 Juli 2017, Yami tidak berhasil mendapatkan uang Rp5juta. Tersangka lantas mengontak korban Sri Wati; mengabarkan kalau tidak trasfer Rp5 juta lagi, maka bantuan yang dijanjikan akan hangus.

“Jumatnya, tanggal 28 Juli, tersangka kembali kontak korban Sri Wati agar segera transfer uang Rp5 juta dan bantuan dijanjikan cair pada hari Minggu sebesar Rp200 juta. Wati pun transfer, tapi gagal,” urainya.

Begitu transfer gagal, Wati mengontak Rudi. Tersangka pun memberikan nomor rekening baru kepada Wati. Korban Wati lantas meminjam uang Rp5 juta kepada Ahmadi dan kemudian dikirim ke rekening tersangka.

“Nampaknya tersangka masih belum puas. Pukul 18.30 WIB, tersangka datang lagi ke rumah Rudi dan menjanjikan bantuan Rp300 juta, tentu dengan menyerahkan tambahan uang Rp10 juta. Rudi baru curiga,” katanya.

Sadar terjadi kejanggalan, pihak keluarga para korban menghubungi polisi. Aparat kepolisian dari Sektor Lasem yang kemudian mendatangi tempat kejadian langsung melakukan pemeriksaan kepada tersangka.

“Baru lah tersangka mengakui seolah-olah dapat memberikan bantuan dana rehab rumah, padahal sebenarnya tersangka tidak bisa memberikan apa yang dijanjikan tersebut. Uang dari korban dipakai oleh tersangka,” katanya.

AKP Ibnu Suka menyatakan tersangka ditahan. Polisi mengenakan jerat Pasal 378 KUH Pidana yang ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara. Polisi meminta kepada masyarakat agar waspada terhadap penipuan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan