Polisi Rembang Tangkap Pengedar Sabu-sabu di Kragan

Monday, 17 November 2014 | 14:55 WIB
 RST alias Bajul (37) seorang pengedar sabu-sabu warga RT 4 RW 2 Desa Tergambang Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (Foto:Pujianto)

RST alias Bajul (37), seorang pengedar sabu-sabu warga RT 4 RW 2 Desa Tergambang Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (Foto:Pujianto)

 
KRAGAN, mataairradio.com – Aparat dari Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Rembang menangkap seorang pengedar sabu-sabu berinisial RST alias Bajul (37) warga RT 4 RW 2 Desa Tergambang Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dia ditangkap pada Minggu (16/11/2014) sekitar pukul 22.30 WIB di depan penggilingan batu BRT Desa Sumbersari Kecamatan Kragan. Dari tangan pria bertato naga di punggung ini, polisi menyita tiga paket sabu-sabu yang dibungkus lakban hitam.

“Proses penangkapan menindaklanjuti informasi warga dan kami lakukan penyelidikan selama dua hari sebelumnya. Kami lakukan pencegatan karena pria ini biasa ‘standby’ di sekitar penggilingan untuk menunggu konsumen,” ungkap Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito.

Dia menegaskan, tiga paket sabu-sabu yang berhasil disita itu sedianya akan diedarkan oleh Bajul. Namun Bambang belum bisa memastikan apakah pelaku sudah lama “bermain” di Rembang.

“Berapa lama Bajul bermain di Rembang masih dalam penyelidikan atau pendalaman interogasi. Soal berat dari tiga paket sabu-sabu itu belum dapat saya konfirmasi karena menunggu hasil laboratorium forensik Polri. Sementara sudah dalam perjalanan ke Semarang,” katanya.

Kasatresnarkoba juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan sementara dari tersangka pelaku, nilai per paket sabu-sabu yang akan diedarkan Bajul Rp700 ribu.

“Untuk nilai atau harga, keterangan Bajul masih berubah-ubah, sekitar Rp700.000 per paket. Ini kami masih terus korek,” imbuhnya.

Selain mengamankan tiga paket sabu-sabu, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor jenis Honda Vario dari tangan Bajul.

“Sampai saat ini masih dilakukan pengembangan di wilayah Tuban, Jawa Timur,” katanya.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 112 dan atau Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman paling rendah empat tahun, maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

iklan-kandung-toko-alat-listrik




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan