Polisi Tangkap Ayah Tiri Cabuli Anak

Senin, 2 November 2015 | 16:44 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Aparat dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang menangkap SM (63), seorang ayah tiri yang tega mencabuli anaknya Mawar–bukan nama sebenarnya, yang masih berusia 15 tahun.

SM ditangkap di daerah Babat Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ketika hendak melarikan diri. Penangkapan SM dilakukan dengan cara mengeler anak tersangka yang tinggal di Bojonegoro, Jatim.

“Pertama kita dapat informasi kalau anak SM ada yang di Bojonegoro. Kita berangkat malam sampai sana (Bojonegoro, red.) pagi. Kita masuk ke rumah anaknya itu pagi, tapi ternyata SM nggak sampai sana.

Kita lalu menghubungi keluarga yang lain. Dari situ kita dapat informasi kalau SM di Babat. Kita ke sana (Babat), SM baru keluar dari rumah itu beberapa saat.

Lalu kita pancing pakai anaknya dan minta agar SM menunggu. SM nggak curiga dan akhirnya kita bisa tangkap,” ungkap Kepala Unit I Satreskrim Polres Rembang Ipda Arif Kristiawan.

Ia juga mengungkapkan, SM kabur dari salah satu desa di Kecamatan Lasem, setelah kasus pencabulan itu dilaporkan ke polres setempat pada Jumat 30 Oktober lalu.

“SM keluar dari rumah sejak dia dilaporkan ke Polres,” tegasnya.

Sejak ditangkap pada Sabtu 31 Oktober lalu, hingga Senin (2/11/2015) siang, polisi terus mengorek keterangan dari SM.

Tersangka masih berkelit dari persangkaan telah mencabuli Mawar. Padahal, Mawar yang sudah diperiksa sebelumnya, menyatakan telah dicabuli ayah tirinya itu.

“Kita dalami unsur paksaannya. Tersangka masih mengelak, karena mengaku suka sama suka. Modusnya begitu. Tapi kita sudah dapat keterangan dari korban, memang ada unsur paksaan,” terangnya.

Dari visum yang dilakukan polisi atas korban di rumah sakit daerah, terungkap bahwa Mawar kini telah hamil 7 bulan.

Ipda Arif menyatakan menjerat tersangka SM dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Seorang pemerhati perempuan dan anak di Rembang Agung Ratih Kusumawardani mengatakan, pencabulan terhadap anak di bawah umur, sering tidak bisa dilepaskan dari lingkungan terdekat korban.

Menurutnya, rasa peduli dan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak saat menginjak usia remaja, semestinya menjadi perhatian keluarga.

Ia menyebutkan, perilaku anak yang berbeda dari kebiasaan, perlu direspon cepat oleh orang tua dengan perhatian dan pendampingan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan