Polisi Tangkap 6 Pejudi dari Warung Kopi

Kamis, 1 Oktober 2015 | 18:14 WIB
Ilustrasi (Foto: timlo.net)

Ilustrasi (Foto: timlo.net)

 
BULU, mataairradio.com – Polisi dari Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang menangkap 6 pejudi dari sebuah warung kopi di wilayah Dusun Ketintang Desa Mantingan Kecamatan Bulu, Rabu (30/9/2015) sore kemarin.

6 pejudi kartu remi itu ditangkap dari dua gerombol yang berbeda. Masing-masing gerombol 3 tersangka. Kasubbag Humas Polres Rembang Iptu Haryanto mengungkapkan, penangkapan para tersangka berbekal informasi dari masyarakat.

3 tersangka di satu gerombol pertama masing-masing berinisial KSH warga Kemadu-Sulang serta Sk dan Sy warga Mantingan-Bulu. Adapun 3 tersangka di satu gerombol lainnya adalah Sgy, BH, dan Sry warga Mantingan-Bulu. Kamis (1/10/2015) pagi, polisi masih memeriksa tersangka.

“Warung kopi itu sudah sering dipakai judi. Tetapi baru dilakukan penangkapan setelah ada informasi dari masyarakat. Sebelum menangkap itu anggota melakukan pengintaian,” ungkap Haryanto kepada mataairradio.

Haryanto juga mengungkapkan, dari gerombolan pertama, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 set kartu remi dan uang sebesar Rp339 ribu, sedangkan dari gerombolan kedua, polisi menyita bukti berupa 1 set remi dan uang taruhan Rp292 ribu.

Setelah penangkapan para pelaku judi remi tersebut, polisi berharap kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan perbuatan yang melanggar hukum, termasuk perjudian. Kasubbag Humas memastikan akan tetap memproses hukum pelaku perjudian.

Keenam tersangka yang diamankan Rabu (30/9/2015) kemarin, akan dijerat dengan Pasal 303 Ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Haryanto tidak mengomentari kasus perjudian di Pancur yang dikabarkan sempat ditangani polisi, tetapi pelakunya dilepas.

“Kami pastikan diproses. Jika berkasnya lengkap, kita limpahkan ke kejaksaan untuk selanjutnya diteruskan ke pengadilan guna disidangkan,” tegasnya.

Sementara itu di balik penangkapan 6 pelaku perjudian di Ketintang ini, terbersit pertanyaan dari sebagian masyarakat setempat. Kenapa baru sekarang perjudian di tempat itu ditertibkan. Padahal jarak warung kopi itu, tidak jauh dari Markas Polsek Bulu.

Memang lokasinya masuk cukup dalam ke arah utara dari ruas Rembang-Blora. Diduga polisi setempat tidak cukup tegas, sehingga para pejudi seolah dibiarkan. Di Rembang, kasus perjudian cukup sering ditindak, tetapi efek jeranya nyaris tak terlihat. Diduga karena vonis ringan pelaku.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan