Polisi Sempat Dikira Begal Saat Ringkus Maling Motor

Rabu, 23 September 2015 | 14:52 WIB
Ruas Pentil-Nganguk, depan Balai Desa Gunungsari, yang menjadi lokasi penangkapan Purwadi oleh polisi berpakaian preman, Selasa (22/9/2015) malam. (Foto: Pujianto)

Ruas Pentil-Nganguk, depan Balai Desa Gunungsari, yang menjadi lokasi penangkapan Purwadi oleh polisi berpakaian preman, Selasa (22/9/2015) malam. (Foto: Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Polisi berpakaian preman dari Polres Rembang sempat dikira sebagai begal oleh warga.

Hal itu ketika polisi berupaya meringkus seseorang terduga maling motor di depan Balai Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, Selasa (22/9/2015) malam.

Warga awalnya melihat seorang pesepeda motor Revo hitam dikejar oleh pengendara Satria FU hitam dan Vario merah, dari arah selatan ke utara.

Tetapi penunggang Revo tiba-tiba ditendang, sesampainya di depan Balai Desa Gunungsari, sebelah utara Dusun Pentil.

Warga yang kebetulan sedang tongkrong, segera berhamburan ke lokasi karena menduga penendang adalah begal.

Menurut Kades Gunungsari Bambang Supriyanto, perkiraan warga terbantah setelah salah satu dari mereka mengaku sebagai anggota polisi yang sedang melakukan pengejaran pelaku kejahatan.

“Begitu tahu yang ditangkap itu maling motor, warga ya sempat memberikan pukulan,” ujarnya.

Sampai dengan Rabu (23/9/2015) pagi, peristiwa penangkapan seseorang terduga maling motor, menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Desa Gunungsari.

Apalagi, belum lama ini, sepeda motor warga setempat hilang sewaktu ditinggal menonton pertunjukan orkes dangdut di Dusun Gobog Desa Gunungsari.

Ditambah, warga juga mendengar, sempat ada beberapa pengendara sepeda motor yang menjadi korban begal di ruas sepi Setro-Nganguk wilayah desa setempat.

Belum lagi, dari sebagian warga mengenal pria yang ditangkap polisi itu. Dia adalah Purwadi, warga Desa Kedungasem Kecamatan Sumber.

Kades Gunungsari juga mengaku mengenali wajah pria tersebut sebagai mantan terpidana kasus peredaran uang palsu tahun 2014. Yang bersangkutan baru keluar dari penjara dua bulan lalu.

“Warga berharap pelaku curanmor dihukum berat sebagai pelajaran, agar tidak mengulangi di lain hari,” tegasnya.

Pihak Polres Rembang membenarkan penangkapan Purwadi alias Cemplon (35).

Yang bersangkutan tercatat pernah terlibat kasus peredaran uang palsu tahun 2014. Ketika itu, Purwadi ditangkap bersama temannya Edi Lestariyono alias Panjul.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono melalui Kepala Unit I Reskrim Ipda Arif Kristiawan mengaku masih mengembangkan penangkapan Purwadi.

Polisi menyebut keterangan Purwadi masih berbelit, sehingga belum mengarah ke tersangka lain.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan