Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Tebu di Rembang

Kamis, 8 Januari 2015 | 18:31 WIB
Ilustrasi Tanaman Tebu (Foto:1.bp.blogspot.com)

Ilustrasi Tanaman Tebu (Foto:1.bp.blogspot.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kepolisian Resor (Polres) Rembang tengah menyelidiki dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) bagi petani tebu di daerah ini.

Bantuan sosial yang disinyalir bermasalah adalah dana yang disalurkan untuk program Kebun Benih Datar (KBD) tahun 2011 dan penguatan modal usaha kelompok (PMUK) atau ekstensifikasi tebu pada tahun 2012.

Dari informasi yang dihimpun, khusus untuk nilai bantuan sosial yang diberikan dalam bentuk dana penguatan modal usaha kelompok senilai tujuh miliar rupiah.

Polisi belum memberikan konfirmasi mengenai bentuk penyelewengan yang diperdugakan atas penyaluran dua jenis bantuan sosial tersebut.

Yang jelas, surat perintah penyelidikan atau sprindik sudah dikeluarkan oleh otoritas di kepolisian setempat pada 26 September 2014.

Sampai dengan Kamis (8/1/2015) siang, atau sudah lebih dari tiga bulan sejak terbitnya sprindik, polisi masih dalam rangkaian memanggil sejumlah petani dan perangkat desa, terkait upaya penyelidikan kasus tersebut.

Status mereka yang dipanggil dan diperiksa oleh polisi ini, juga masih sebatas saksi. Khusus bagi perangkat desa yang dipanggil guna diperiksa, polisi juga meminta agar membawa Buku C desa yang memuat data kepemilikan tanah.

“Benar (sedang menyelidiki dugaan penyimpangan dana bansos bagi petani tebu tahun 2011 dan 2012). Ini dalam proses penyelidikan,” ungkap AKP Eko Adi Pramono kepada wartawan, Kamis (8/1/2015) siang.

Kasus ini sendiri ditangani secara intensif oleh Unit III Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang yang menangani tindak pidana korupsi.

“Proses penyelidikan dugaan kasus korupsi tebu tersebut masih berjalan. Belum ada perkembangan signifikan,” ungkap Kepala Unit III Ipda Sutikno.

Sebagaimana atasannya, Sutikno juga enggan merinci nilai nominal bantuan sosial yang diduga disimpangkan, termasuk apa jenis penyimpangannya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan