Polisi Segerakan Mediasi Hindari Bom Waktu Sedan

Senin, 9 November 2015 | 18:43 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang akan menyegerakan upaya mediasi antara pemuda Desa Sidorejo Kecamatan Sedan dan pemuda Desa Mojokerto Kecamatan Kragan, untuk menghindari bom waktu bentrok antar-warga.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Rembang Iptu Martoyo, Senin (9/11/2015) pagi mengatakan, sementara ini pihaknya baru berusaha mencipta situasi dan kondisi tenang di dua desa tersebut.

“Kami sudah mendatangi warga dan kades masing-masing untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif,” katanya kepada mataairradio.

Polisi mengklaim, situasi di tiap desa masih kondusif. Namun pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengantisipasi tindak pidana lain sebagai buntut kasus kekerasan yang dilakukan bersama-sama, diduga oleh kelompok pemuda Mojokerto terhadap kelompok pemuda Sidorejo.

“Masih kondusif sejauh ini, tapi kami terus melakukan penyelidikan untuk mengantisipasi tindak pidana lain yang bisa muncul,” terangnya.

Mengenai penyelesaian kasus perkelahian antar-kelompok pemuda di dua desa tersebut, polisi cenderung mengedepankan perdamaian.

Menurut Iptu Martoyo, pilihan langkah persuasif ini karena seorang dari kelompok pemuda Mojokerto, menjadi korban pemukulan dari pemuda Sidorejo.

Polisi menyebut, beberapa pemuda Sidorejo diduga salah sasaran dengan memukuli seorang pemuda dari Desa Mojokerto, beberapa jam setelah kasus kekerasan secara bersama-sama yang dilakukan terhadap pemuda Sidorejo.

“Jadi sudah ada saling balas. Imbang lah. Pemuda Mojokerto dipukuli oleh sekelompok pemuda Sidorejo. Kepalanya sampai benjut. Lokasi kejadian tidak jauh dari pertigaan menuju parkiran atau menuju arah Puskesmas Sedan,” ungkapnya.

Kembali ke rencana mediasi, menurut KBO Satreskrim, upaya perdamaian sudah dilakukan Polsek Sedan. Namun hasilnya tidak bisa serta merta. Ia berencana menggelar mediasi serupa dalam waktu dekat secara Polres Rembang.

“Dalam waktu dekat, kami gelar mediasi. Kami tahu itu (bom waktu terulang kisruh antarkelompok pemuda, jika tidak segera ada mediasi),” tegasnya.

Kelompok pemuda Desa Sidorejo diserang oleh kelompok pemuda bersenjata tajam diduga dari Desa Mojokerto pada saat peringatan Haul Sayyid Hamzah As Satho di Desa Sidorejo, Kamis sore 5 November lalu.

Ketika itu, kelompok pemuda Sidorejo membuka lahan parkir bagi pengunjung haul.

Kelompok pemuda yang diduga dari Mojokerto, diarahkan untuk parkir tetapi menolak.

Begitu diloloskan, kelompok pemuda diduga berasal dari Mojokerto, malah meraung-raungkan suara kenalpot motornya, sambil mengancam akan balik. Begitu balik, mereka justru menyerang yang parkir.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan