Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tahanan Meninggal

Selasa, 22 Mei 2018 | 12:39 WIB

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso menunjukkan sarung yang dipakai Edo untuk bunuh diri di sel tahanan Rutan setempat pada 21 April 2018, dalam jumpa pers di Mapolres setempat, Selasa (22/5/2018). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepolisian Resor Rembang akan segera menetapkan tersangka kasus tahanan Rutan yang meninggal di rumah sakit daerah setempat 27 April lalu.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengungkapkan, calon tersangka ini merupakan narapidana di rutan setempat. Namun Kapolres belum mau membeber inisial tersangka.

Menurutnya, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan 14 orang saksi, dan hasil gelar perkara, korban dianiaya oleh calon tersangka karena menolak dimintai uang.

Kapolres membeberkan, penganiayaan dilakukan pada 21 April 2018 pukul 09.00 WIB. Penganiayaan dibuktikan dengan hasil visum yang mengungkap luka memar di pelipis dan hidung.

Polisi menduga, setelah penganiayaan itu, korban Edo Ibnu Darmanto warga Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kediri, dalam kondisi ketakutan dan depresi mengabari orang tuanya.

Diduga gelap mata, Edo yang berusia 27 tahun, justru mencari cara untuk bunuh diri. Kapolres mengatakan, Edo memanjat sendiri sel tahanan lalu menggantungkan diri dengan sarung.

“Hasil visum tanggal 9 Mei yang kami terima 11 Mei 2018 menyimpulkan; pertama dugaan kematian karena gagal bernafas, yang kedua cedera luka akibat trauma dari benda tumpul.

Dari visum, luka yang diderita almarhum tidak mengakibatkan kematian, yang mengakibatkan kematian adalah gantung dirinya,” terang Kapolres.

Kapolres yang didampingi KBO Satreskrim Iptu Edy Sismanto menekankan, dari hasil gelar perkara, Edo nekat bunuh diri sekitar waktu asar. Memanfaatkan sepinya sel karena salat Asar.

Namun, Edo baru dievakuasi lalu dibawa ke RSUD dr R Soetrasno Rembang sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah dirawat selama sepekan dalam keadaan koma, Edo akhirnya meninggal dunia.

Kapolres menjelaskan, Ponsel yang dipakai Edo untuk mengabari orang tuanya di Kediri, diduga milik sesama narapidana. Soal ini, polisi mendalami pemakaian Ponsel di dalam Rutan.

Begitu pun dengan pemerasan, diduga yang meminta, juga sesama narapidana. Polisi mengklaim sudah mengantongi bukti transfer rekaman percakapan terkait dugaan pemerasan.

Hanya saja, mengenai praktek pemerasan di dalam rumah tahanan akan diselidiki polisi dalam bendel terpisah. Kapolres menyatakan, fokus menuntaskan kasus penganiayaan yang jelas.

“Sementara masih satu tersangka. Tidak menutup kemungkinan tersangka lain. Soal permintaan uang, penggunaan Ponsel, kami selidiki kemudian. Kami butuh alat bukti valid,” katanya.

Kapolres menambahkan, calon tersangka yang akan diumumkan dalam satu atau dua hari ini, dijerat dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHP yang ancamannya dua tahun delapan bulan penjara.

Dalam kesempatan jumpa pers di Mapolres Rembang, Selasa (22/5/2018) siang, Kapolres menepis anggapan proses penyelidikan kasus ini berjalan lamban. Ia berdalih tak mau gegabah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan