Polisi Rembang Tangguhkan Penahanan 8 Tersangka Solar Ilegal

Friday, 6 February 2015 | 17:11 WIB
Empat tersangka berikut dua truk tangki warna biru sebagai barang bukti kasus penyalahgunaan solar bersubsidi yang terbongkar di Pelabuhan Tanjung Bonang pada Sabtu (15/11/2014) malam kemarin. (Foto: Pujianto)

Tersangka berikut dua truk tangki warna biru sebagai barang bukti kasus penyalahgunaan solar bersubsidi yang terbongkar di Pelabuhan Tanjung Bonang pada Sabtu (15/11/2014) malam kemarin. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepolisian Resor Rembang menangguhkan penahanan delapan orang tersangka di dua kasus dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi alias solar ilegal.

Padahal, polisi bisa melakukan penahanan terhadap para tersangka, karena tindak pidana yang disangkakan diancam dengan penjara lima tahun atau lebih. Langkah kepolisian itu mengundang beragam pertanyaan dari masyarakat, setidaknya hingga Jumat (6/2/2015) ini.

Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang Bambang Wahyu Widodo menganggap polisi tidak sensitif oleh kisruh di tingkat Pusat.

“Dengan menangguhkan penahanan terhadap delapan tersangka kasus solar ilegal, citra Polres Rembang bisa anjlok. Polisi juga bisa dianggap tidak serius memerangi tindak kejahatan,” ujarnya.

Delapan orang tersangka yang penahanannya ditangguhkan itu, masing-masing empat dari kasus yang terbongkar di Pelabuhan Tanjung Bonang dan di SPBU milik AKR di Sedan.

Kasus di Tanjung Bonang terungkap 15 November lalu, sedangkan kasus AKR Sedan baru saja ditangani polisi, 26 Januari 2015.

Menurut Bambang, Kapolres Rembang harus menjelaskan kepada masyarakat mengenai alasan penangguhan penahanan kedelapan tersangka kasus dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi itu.

“Polisi juga perlu menjelaskan tentang orang atau uang yang menjamin penangguhan penahanan,” katanya.

Bambang mengakui, seorang tersangka bisa ditangguhkan penahanannya, tetapi hanya terhadap kasus yang ancaman hukumannya kurang dari lima tahun.

“Penangguhan penahanan yang diminta juga harus atas pertimbangan penyidik yang didasari permintaan tersangka,” katanya.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan mengakui, delapan tersangka kasus dugaan solar ilegal ditangguhkan penahanannya.

“Betul. Itu berdasarkan permohonan dari pihak keluarga dan sesuai dengan pertimbangan penyidik,” ungkapnya.

Namun Kapolres Rembang tak menguraikan pertimbangan penyidik itu.

Kurniawan juga memastikan, kendati menangguhkan penahanan tersangka, tetapi kasus hukum tetap berjalan sampai ke tahap persidangan.

Disinggung mengenai adakah uang jaminan yang juga diserahkan pihak tersangka dan sudahkah disetor ke panitera pengadilan negeri, Kapolres menjawab tidak ada.

Dia menegaskan, proses penangguhan penahanan telah berdasarkan prosedur yang benar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




2 comments
  1. gatholoco

    February 7, 2015 at 1:47 pm

    polisi rembang ojo gawe guyon masalah gede sing wis cetho ngeglo welo-welo podo dadi malinge negoro. iso kualat karo mbah google!!! mergo mbah google wis ngandake yen ono maling, per detik, menit, jam sak lokasine wis cetho kepotret!!!

    Reply
  2. nilon henry

    February 4, 2016 at 8:42 am

    Memalukan karena ini masuk tindak pidana ekonomi dan UU migas, di daerah lain untuk menangani kadang turun team dari Mabes, ini kok ada permainan soal penanguhan penahananpenahanan, kok mudah sekali di Rembang di berikan

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan