Polisi Rembang Anggap Cukup Keterangan Syahbandar Tanjung Bonang

Kamis, 11 Desember 2014 | 18:46 WIB
Kapal tongkang sedang memuat material tambang di kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang, akhir Oktober 2014. (Foto: Pujianto)

Kapal tongkang sedang memuat material tambang di kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang, akhir Oktober 2014. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang menganggap cukup keterangan yang diberikan oleh Syahbandar atau Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Tanjung Bonang, Dodi Sambodo, terkait izin bunker dalam persoalan kasus solar ilegal di pelabuhan tersebut.

Kepala Satreskrim Polres Rembang Iptu Eko Adi Pramono menjelaskan, peran Dodi sebatas memberikan izin sesuai kewenangan, untuk memberikan izin bunker kepada pemohon, selagi syaratnya lengkap.

Dalam hal kasus solar ilegal yang dibongkar polisi Rembang pada 14 November lalu, permohonan izin bunker dari pihak pembeli BBM yang ternyata gelap itu, telah memenuhi syarat. Namun apa saja syaratnya, Kasatreskrim tidak mengungkapkannya.

Dari keterangan Dodi sebagai saksi yang dikroscek dengan ketentuan kepelabuhanan, menurut Eko, Syahbandar tidak sampai pada konteks menelusuri apakah bahan bakar yang dipasok ke bunker pelabuhan, ilegal atau tidak. Dari pemeriksaan terhadap Dodi selama dua jam pada Selasa (9/12/2014), polisi masih menganggapnya sebagai saksi.

Syahbandar Tanjung Bonang Dodi Sambodo memenuhi panggilan penyidik dari Kepolisian Resor Rembang pada Selasa pagi 9 Desember 2014 pukul 09.00 WIB. Dodi sempat sekali mangkir dari panggilan penyidik dengan dalih acara dinas di Jakarta.

Sebelumnya, Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan menilai keterangan Dodi penting bagi penyidikan dan untuk menjelaskan kekisruhan yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Bonang, khususnya menyangkut kasus solar ilegal.

Kapolres mengaku sempat memberikan peringatan kepada Dodi. Sebelum kemudian datang memenuhi panggilan Selasa (9/12/2014) itu, pihaknya sempat mengancam akan membawa paksa Dodi, jika kembali mangkir dari panggilan.

Seperti diberitakan, Polisi Rembang membongkar praktek transaksi solar ilegal yang diangkut oleh dua armada truk dari Semarang di Pelabuhan Tanjung Bonang pada Sabtu malam, 14 November 2014. Empat tersangka, masing-masing dua orang sopir dan pihak penjual serta pembeli, diamankan polisi.

Polisi menyita 16.000 liter solar ilegal yang rencananya dijual seharga Rp10.000 per liter, padahal harga solar bersubsidi yang didapat tersangka Rp7.500 per liter, sebagai barang bukti. Dokumen order, izin bunker, dan surat jalan pun turut diamankan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan