Polisi Rembang Razia Preman Pasar dan Terminal

Sabtu, 27 Juni 2015 | 18:32 WIB
Terminal Rembang (Foto: Rif)

Terminal Rembang (Foto: Rif)

 
REMBANG, mataairradio.com – Aparat Kepolisian Resor Rembang, Sabtu (27/6/2015) pagi menggelar razia preman di sejumlah titik di antaranya di pasar dan terminal. Operasi tersebut guna menciptakan kondisi aman selama Ramadhan.

Kapolres Rembang AKBP Winarto kepada mataairradio mengaku mendapatkan telegram dari Polda Jawa Tengah untuk melaksanakan operasi atau razia preman pada 27 Juni ini. Dia menyebut sifat operasi itu hanya imbangan, karena Rembang hampir tidak ada premanisme.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan patroli di pasar-pasar tiap hari. Bahkan Kepala Satuan Sabara makin intensif menggelar patroli sepeda sampai ke kampung-kampung.

“Aparat kepolisian juga kami giatkan mengamankan toko emas dan tempat penyimpanan uang,” katanya.

Kapolres menambahkan, untuk kegiatan malam seperti kafe karaoke dan warung kopi lelet, dilakukan penegakan aturan. Jam buka bagi warung kopi lelet hanya sejak pukul 17.00-21.00 WIB, sedangkan kafe karaoke, dinyatakan tutup selama Ramadhan.

Pihaknya mengklaim terus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada kafe karaoke maupun warung kopi yang melanggar. Dalam perbincangan dengan mataairradio seusai menyambut kedatangan Menteri Yohana Susana Yembise, Kapolres mengaku mewaspadai potensi tindak pencurian dan perampasan.

Meski sudah meminta kepada jajarannya agar mengencangkan patroli, pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk waspada. Tidak hanya curat-curas, masyarakat diminta pula mewaspadai peredaran uang palsu yang berpotensi menjelang Lebaran.

“Terlebih Pilkada yang digelar tak lama lagi,” katanya.

Sementara itu, operasi preman yang dimulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin oleh Kabag Ops Polres Rembang Komisaris Budi Suryanto itu, dilakukan di kawasan Terminal Lasem dan sekitarnya. Polisi sempat memeriksa 10 orang yang dicurigai sebagai preman.

Mereka yang diperiksa saat razia di Terminal Lasem itu berasal dari wilayah Mojorembun Kecamatan Kaliori, Tuyuhan dan Pancur Kecamatan Pancur, Ngemplak dan Sumbergirang Kecamatan Lasem, dan Bendo Kecamatan Sluke. Operasi berlangsung hingga pukul 10.45 WIB dan tanpa hasil.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan