Polisi Rembang Masih Kesulitan Identifikasi Mayat Plawangan

Senin, 18 Januari 2016 | 19:02 WIB
Polisi mengevakuasi mayat tinggal kerangka yang ditemukan warga di Pantai Blandok Desa Plawangan Kecamatan Kragan, 15 Januari kemarin. (Foto: Pujianto)

Polisi mengevakuasi mayat tinggal kerangka yang ditemukan warga di Pantai Blandok Desa Plawangan Kecamatan Kragan, 15 Januari kemarin. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepolisian Resor Rembang masih kesulitan menguak identitas mayat tinggal kerangka yang ditemukan warga di tepi Pantai Dusun Blandok Desa Plawangan Kecamatan Kragan pada Jumat pagi 15 Januari lalu.

Kasatreskrim Polres Rembang Ajun Komisaris Eko Adi Pramono, Senin (18/1/2016) siang hanya mengungkapkan bahwa berdasarkan fakta lapangan, mayat perempuan itu terbawa oleh ombak, sebelum terdampar dan ditemukan warga.

“Soal apakah yang bersangkutan korban pembunuhan atau tidak, kami belum bisa memastikan,” ungkapnya.

Yang jelas, menurutnya, dokter forensik tidak menemukan tanda bekas trauma di mayat tersebut.

Soal apakah yang bersangkutan meninggal pada jarak yang jauh dari lokasi temuan atau tidak, polisi juga belum bisa memastikan.

“Dugaan kami, yang bersangkutan terbawa ombak sebelum terdampar di Pantai Plawangan itu. Apakah meninggalnya di sekitar situ atau jauh dari lokasi temuan, kami belum bisa pastikan,” tandasnya.

Pada kesempatan perbincangan dengan awak media, pihak kepolisian merilis bahwa mayat yang ditemukan akhir pekan lalu itu bertinggi badan 159 sampai 160 centimeter.

“Properti yang ditemukan pada mayat hanya celana panjang jenis baby dol warna putih dengan motif hello kity,” bebernya.

Kasatreskrim berharap agar ciri-ciri awal tersebut bisa menjadi petunjuk bagi pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya, untuk mengecek ke Rembang.

Sayangnya, mayat tinggal kerangka itu, kini sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Plawangan, Sabtu (16/1/2016) lalu.

“Pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa datang ke Polres Rembang atau Polsek Kragan guna keperluan cek dan pemeriksaan mayat,” tegasnya.

Sejauh ini, belum ada warga setempat atau warga dari luar kota, yang sekadar menghubungi polisi, terkait temuan mayat.

Polisi sebelumnya menduga, mayat tinggal kerangka itu sudah berumur sekitar satu bulan. Pernyataan polisi ini dibeber sesaat usai melakukan olah tempat kejadian perkara.

Mayat itu pertama kali ditemukan oleh Tarmuji, warga setempat, ketika sedang berjalan di tepi Pantai Blandok Desa Plawangan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan