Polisi Pisahkan Sel Tahanan Tiga Tersangka Narkoba

Jumat, 29 Januari 2016 | 16:13 WIB
Penyidik memeriksa Nova Sanjaya, tersangka pengedar sabu-sabu asal Desa Gajah Kabupaten Demak, yang diamankan saat hendak mengedarkan sabu-sabu kepada calon pemesannya di sebuah rumah makan di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Rabu sore 27 Januari 2016. (Foto: Subbag Humas Polres Rembang)

Penyidik memeriksa Nova Sanjaya, tersangka pengedar sabu-sabu asal Desa Gajah Kabupaten Demak, yang diamankan saat hendak mengedarkan sabu-sabu kepada calon pemesannya di sebuah rumah makan di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Rabu sore 27 Januari 2016. (Foto: Subbag Humas Polres Rembang)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang memisahkan sel tahanan dari masing-masing tersangka pengedar atau pengguna narkotika jenis sabu-sabu yang diamankan dalam satu bulan terakhir.

Hal itu antara lain karena berkas penyidikan yang belum semua lengkap. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito, Jumat (29/1/2016) siang menjelaskan, pemisahan sel tahanan juga karena tingkat pengembangan penyidikan kasus yang berbeda-beda.

“Dengan tersangka pelaku kriminal umum pun dipisahkan sel tahanannya,” katanya.

Pemisahan blok tahanan tersangka narkoba dengan tersangka pelaku kriminal umum dilakukan untuk membebaskan pengaruh kejahatan antara kedua jenis tindakan melawan hukum tersebut.

“Selain pertimbangan tersebut, pemisahan-pemisahan itu sudah merupakan standar kepolisian,” terangnya.

Tiga tersangka narkoba yang ditahan di sel tahanan Mapolres Rembang, masing-masing Priyono alias Segi warga Soditan-Lasem, Ali Mahmudi alias Petong warga Weton-Rembang, dan Nova Sanjaya warga Gajah-Demak.

Priyono dan Nova merupakan pengedar sekaligus pengguna sabu-sabu. Sementara Petong, polisi masih menetapkan statusnya sebagai pengguna.

Terkait penanganan kasus penangkapan yang terakhir terhadap Nova, polisi berencana menggeledah kediaman tersangka di Desa Gajah Kecamatan Gajah Kabupaten Demak.

“Namun soal kapan waktunya, kami belum bisa sampaikan,” tegasnya.

Adapun terhadap tiga rekan Nova, polisi melepasnya karena tidak cukup bukti. Hasil tes urine terhadap ketiganya pun menunjukkan negatif.

“Meski kami melepas mereka, polisi tetap mengawasi ketiganya melalui orang tua masing-masing dan kepala desa setempat,” tambahnya.

Nova Sanjaya yang berumur 28 tahun ditangkap oleh aparat Satres Narkoba Polres Rembang di sebuah rumah makan di Desa Sendangmulyo-Sluke. Ia diamankan pada Rabu sore 27 Januari lalu.

Ia ditangkap berikut barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 1 gram lebih. Sedianya, paket haram itu hendak dibeli seseorang melalui seorang sopir truk jurusan Lasem-Jatirogo.

Namun belum sampai melakukan transaksi, polisi keburu menangkapnya. Nova sudah 3 kali mengedarkan sabu-sabu ke Rembang. Aksi keempatnya terbongkar, berkat informasi masyarakat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan