Polisi Rembang Tangkap Penggelap dan Penadah Motor Gelapan

Jumat, 24 Januari 2014 | 16:58 WIB
Sumarno alias Nolik (kanan), warga Kaliombo, Pecangaan, Kabupaten Jepara. (Foto:MataAirRadio.net)

Sumarno alias Nolik (kanan), warga Kaliombo, Pecangaan, Kabupaten Jepara. (Foto:MataAirRadio.net)

REMBANG, MataAirRadio.net – Tim Resmob Polres Rembang menangkap dua orang, masing-masing penggelap dan penadah sepeda motor hasil penggelapan. Pelaku penggelapan diketahui bernama Sumarno alias Nolik (25), warga Kaliombo, Pecangaan, Kabupaten Jepara.

Sementara penadah sepeda motor hasil penggelapan Nolik diketahui bernama Ruba’i (26), warga Gegersimo Kecamatan Pamotan. Dua orang tersangka pelaku itu, hingga Jumat (24/1) sore, mendekam di sel tahanan Mapolres Rembang.

Aksi penangkapan terhadap keduanya bermula dari laporan Agus Supriyanto warga Waru Kecamatan Rembang. Dia melaporkan dugaan aksi penggelapan sepeda motor jenis Honda Beat warna hitam miliknya oleh Sumarno, kepada polisi. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengungkapkan, Sumarno sudah empat kali beraksi di Rembang, dan tiga kali di Blora. Dia juga mengungkapkan, selain aksi penggelapan, Nolik juga terlibat dalam beberapa kali kasus curanmor. Dia ditangkap dari Bogorejo, Blora.

Menurut keterangan yang dihimpun polisi, modus penggelapan yang dilakukan Sumarno adalah dengan berkedok mengojek. Pada kasus yang menimpa Agus Supriyanto, Nolik awalnya mengajak tukang ojek yang “ngepos” di Pangkalan Pasar Pentungan itu, mengantarkan ke rumah Ruba’i di Gegersimo, Pamotan.

Usai mengantar itu, pelaku mengajak korban mampir ke sebuah warung di bilangan Desa Dadapan Kecamatan Sedan. Di warung itu, pelaku meminjam sepeda motor korban, dengan dalih hanya sesaat untuk berkunjung ke rumah salah satu temannya. Namun, sepeda motor itu tak kunjung dikembalikan. Belakangan, sepeda motor itu malah digadaikan Rp1,2 juta oleh Nolik kepada Rubai, tanpa diketahui oleh Agus.

Kasatreskrim menegaskan, Sumarno alias Nolik merupakan residivis atau penjahat kambuhan. Dari tangan pelaku ini, polisi mengamankan lima unit sepeda motor berbagai jenis sebagai barang bukti. Namun ada dua lagi barang bukti yang masih diburu polisi.

AKP Joko Santoso menambahkan, berkas perkara dari dua tersangka pelaku tersebut, disusun secara terpisah. Sumarno alias Nolik akan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 tentang Perbuatan Curang. Ancaman hukumannya masing-masing maksimal empat tahun penjara. Sementara Ruba’i dikenai jerat Pasal 480 KUHP tentang Penadahan, dengan ancaman empat tahun penjara. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan