Polisi Rembang Belum Maksimal Buru Pencabul Remaja

Selasa, 20 Mei 2014 | 15:45 WIB
Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso. (Foto:Pujianto)

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso. (Foto:Pujianto)

SARANG, MataAirRadio.net – Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang hingga Selasa (20/5) siang masih memburu RHB (41), warga Desa Nglojo Kecamatan Sarang. RHB lolos dari gerebekan petugas polisi yang hendak menangkapnya pada Selasa sore 13 Mei lalu.

Pria berkeluarga ini diduga telah melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap remaja 16 tahun, hingga hamil empat bulan. Korban dari RHB adalah warga beda desa. Sempat muncul tudingan ada pihak yang membantu RHB kabur. Namun polisi belum mendapat informasi ini.

Meski tak diketahui keberadaannya selama seminggu terakhir, polisi pun belum resmi menetapkan RHB sebagai DPO. Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengatakan, seseorang masuk DPO apabila polisi telah maksimal memburu dan belum menangkapnya.

Sejauh ini polisi mengaku baru sebatas mendapat informasi bahwa RHB sudah kabur hingga ke luar Rembang. Namun informasi belum bisa masuk dalam kategori bukti. Hanya saja, informasi-informasi yang berkembang sedang terus dikumpulkan untuk menangkap RHB.

Kasatreskrim juga meminta kepada masyarakat Desa Nglojo agar ikut membantu memberikan informasi keberadaan RHB. Menurut AKP Joko Santoso, yang bersangkutan belum dipastikan sebagai orang yang mesti bertanggung jawab terhadap hamilnya remaja 16 tahun itu.

Joko juga mengaku belum membaca visum rumah sakit terhadap sang remaja. Dia menjelaskan, visum tak menjelaskan siapa yang berbuat. Namun pihaknya memastikan bahwa si remaja itu telah hamil empat bulan.

Dari keterangan polisi, remaja tersebut diduga disetubuhi RHB setelah kenal melalui telepon seluler. RHB diduga melakukan aksi bejatnya di gubuk di areal persawahan. Selain kasus yang diduga melibatkan RHB, Polres Rembang juga menerima laporan dugaan pencabulan terhadap siswi Kelas II sebuah sekolah dasar di Kecamatan Sarang. Lokasi kejadian, turut tanah Dusun Gondan Dukoh Desa Kalipang.

Kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur cukup tinggi di wilayah hukum Polres Rembang. Padahal pelaku diancam oleh jerat pasal yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan