Polisi Lepas 7 Motor Pelajar Terlibat Rencana Tawuran

Selasa, 16 Februari 2016 | 19:14 WIB
Kepala Bagian Urusan Administrasi Tata Usaha Satlantas Polres Rembang Iptu Rohmat, Selasa (16/2/2016) pagi, saat mengecek satu per satu kelengkapan kendaraan milik 7 pelajar yang sempat diamankan karena ditunggangi untuk kepentingan rencana tawuran pada Sabtu (13/2/2106) lalu. (Foto: mataairradio.com)

Kepala Bagian Urusan Administrasi Tata Usaha Satlantas Polres Rembang Iptu Rohmat, Selasa (16/2/2016) pagi, saat mengecek satu per satu kelengkapan kendaraan milik 7 pelajar yang sempat diamankan karena ditunggangi untuk kepentingan rencana tawuran pada Sabtu (13/2/2106) lalu. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Selasa (16/2/2016) pagi, akhirnya melepas 7 unit sepeda motor milik pelajar yang sempat akan tawuran pada Sabtu 13 Februari lalu.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi mengatakan, 7 sepeda motor itu sebelumnya diamankan di makolantas untuk menekan ruang gerak mereka yang akan terlibat tawuran.

“Sebelum dilepas, kami mengecek terlebih dahulu kelengkapan setiap kendaraan,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Tujuh pelajar yang berasal dari SMK Negeri 2 Rembang ini tampak dihadirkan di makolantas beserta masing-masing orang tua atau wali.

“Mereka kami beri pengarahan dan pembinaan bahwa apa yang akan mereka lakukan pada Sabtu (13/2/2016) itu tidak bisa dibenarkan dan bisa masuk ke ranah kriminal,” tandasnya.

Menurut Kasatlantas, para pelajar SMK Negeri 2 Rembang yang akan terlibat tawuran dengan SMK Negeri 1 Rembang sebelumnya juga dibina oleh fungsi lain dari polres, antara lain pembinaan masyarakat atau binmas.

“Intinya bahwa yang mereka akan lakukan merupakan perbuatan yang salah. Jika sampai mengganggu ketertiban umum dan timbul korban, maka akan ada tindakan hukum bagi mereka,” tegasnya.

Meski mengaku tidak tahu secara persis faktor pemicu rencana tawuran, namun Ahmad Ghifar menyatakan akan mengencangkan operasi kepada pelajar yang ugal-ugalan saat berkendara di jalan raya.

“Operasi akan kami lakukan dengan penilangan terutama terhadap kendaraan yang berknalpot tidak standar dan bersuara bising. Suara knalpot yang digeber tak jelas, bisa memicu perselisihan di jalan,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, tawuran yang hampir saja meletus itu, dipicu oleh taruhan saat duel tanding futsal. Salah satu pihak pelajar kalah dan terjadi cekcok mulut yang menyulut rencana perkelahian beramai-ramai.

Polisi lalu lintas yang sedang piket dan menerima informasi rencana tawuran, segera melakukan penghadangan. Sejumlah pelajar SMKN 2 Rembang yang baru sampai di Jembatan Karanggeneng dihalau balik ke arah timur.

Beberapa dari mereka lalu segera memacu kendaraannya dan terlibat kejar-kejaran dengan petugas. Mereka diketahui sempat keluar masuk gang di wilayah Sawahan dan Tawangsari, sebelum sebagian di antaranya ditangkap.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Anggoro Febrianto

    Februari 17, 2016 at 3:16 pm

    sorri mas, penyebab tawurannya bukan itu mas, futsal belum sampai main. belum ada yg menang belum ada yang kalah.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan